POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Enung Nurcholis, menerangkan sebanyak 300 keluarga di Kota Bekasi menjadi korban banjir.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojoksatu.id, banjir di Kota Bekasi terjadi pada 9 kecamatan yang ada di wilayah Kota Bekasi.

Banjir terjadi sejak hari Minggu, 26 Februari 2023 dan sebagian masih berlangsung hingga Senin, 27 Februari 2023.

Rinciannya, 3 titik di Kecamatan Mustikajaya masing-masing di Perumahan Mutiara Gading Timur setinggi 20-30 cm, Perumahan Mayanggi Pratama 20-30 cm dan Perumahan Kota Baru 40-60 cm.

BACA JUGA: Puting Beliung Rusak Rumah Warga Jatibening Baru, 10 Orang Terpaksa Mengungsi

Lalu, satu titik di Kecamatan Medansatria yaitu di RT. 001, 007, 009, Kelurahan Kalibaru dengna ketinggian air 50–70 cm merendam permukiman.

Kemudian, tiga titik di Kecamatan Rawalumbu yaitu Perumahan Taman Narogong Indah setinggi 50-60 cm, Perumahan Bekasi Baru 40 cm, dan Perumahan Pondok Hijau Permai setinggi 60-70 cm.

Lalu, kata dia, di Bekasi Utara terdapat satu titik yaitu di Kampung Lebak, RT. 06 & 07, RW 02 dengan ketinggian 30 cm merendam.

Selanjutnya di Perumahan Bougenvile & Fajar Regency Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede dengan ketinggian 20-40 cm.

"Untuk di wilayah Jatiasih ada satu titik di Perumahan Dosen IKIP dengan ketinggian air 85 cm dengan korban jiwa 270 Kepala Keluarga," jelas Enung.

BACA JUGA: 9 Kecamatan di Kota Bekasi Terendam Banjir, Berikut Data Selengkapnya

Enung membeberkan, banjir juga merendam dua titik di Kecamatan Bekasi Barat yakni di Perumahan Duta Kranjit RW 07 Kranji dan Perumahan Mas Naga dan Puri Bintara, Bintara.

Sementara itu, untuk di Bekasi Selatan titik banjir berada di Jalan Palm 2 RT 001/08, Kelurahan Jakamulya serta Perumahan Mas Naga, Kelurahan Jakasetia. Kemudian, di Bekasi Timur banjir menggenangi Gang Kalimaya, Kelurahan Bekasi Jaya dengan ketinggian 20-40 cm.

Dia menegaskan, terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan banjir yang terjadi itu sendiri.

"Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya melakukan assesment, berkoordinasi dengan pejabat wilayah serta evakuasi," tutur dia. (Adika F Utomo)