POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Menteri Pertanian mencatat total 6.000 hektare sawah di Kabupaten Bekasi terendam banjir. Data itu diperoleh berdasarkan hasil pengamatan satelit.

Banjir melanda sawah tersebut lantaran sejak Kamis, 23 Februari 2023, curah hujan di Kabupaten Bekasi tinggi.

"Bahkan di tempat ini (Kecamatan Tambelang) tadi dari laporan aparat setempat, ada 700 hektar sawah yang tergenang banjir," tutur Syahrul di lokasi, Rabu, 1 Maret 2023.

Syahrul berharap setiap 3 hari ada laporan terkait kondisi banjir di areal persawahan. Karena, Menteri Pertanian juga hendak mengevaluasi.

BACA JUGA: 3.000 Keluarga di Cabangbungin Kebanjiran, Tenda Darurat Didirikan

"Karena untuk padi varietas tertentu ada yang bisa bertahan tiga hari, ada juga yang bertahan lima sampai tujuh hari," kata dia.

Kementerian Pertanian bersama Pemkab Bekasi menyiapkan 3 langkah penanganan. Pertama pendataan ke dalam 3 kategori: daerah yang parah, sedang, dan bisa diselamatkan.

"Langkah kedua, kita akan turunkan pompa air untuk membantu para petani yang lahannya tergenang dan masih bisa diselamatkan," tutur Syahrul.

BACA JUGA: Kali Dangkal dan Drainase Mampet, Warga Babelan Kota Langganan Banjir

Langkah terakhir adalah pendampingan bagi petani yang lahan pertaniannya tidak terselamatkan.

"Begitu airnya surut, saya akan gerakkan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani, untuk melakukan proses tanam kembali, untuk mencegah kerugian para petani," kata dia.

Nanti, Kementerian Pertanian juga akan membantu para petani untuk dalam pengadaan bibit. (Adika F Utomo)