BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 83,10 persen pemuda di Kota Bekasi tercatat tidak merokok berdasarkan data Profil Pemuda 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Capaian tersebut menempatkan Kota Bekasi sebagai daerah dengan persentase pemuda tidak merokok tertinggi di Jawa Barat. Angkanya berada di atas Kota Depok yang mencapai 78,85 persen dan Kota Cirebon sebesar 78,09 persen.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, tingginya persentase pemuda yang tidak merokok menjadi modal penting untuk terus membangun lingkungan yang mendukung pola hidup sehat.

Baca Juga: 1.314 Pramuka Garuda Kota Bekasi Dikukuhkan, Siap Ikuti Jambore Nasional XII

“Angka 83,10 persen ini tentu menggembirakan. Namun bagi kami, yang lebih penting adalah bagaimana angka ini bisa kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Tri, Senin, 10 Oktober 2026.

Meski demikian, Tri mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah lengah. Menurutnya, lingkungan pergaulan dan perubahan tren gaya hidup dapat memengaruhi keputusan anak muda untuk mulai merokok.

“Jangan sampai anak muda yang hari ini memilih tidak merokok justru terpengaruh lingkungan,” ujarnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menyediakan ruang dan aktivitas yang dapat mendorong generasi muda menjalani gaya hidup sehat.

Upaya itu dilakukan antara lain melalui pembangunan taman kota, ruang terbuka hijau, serta pengembangan fasilitas olahraga seperti Sport City. Ruang publik tersebut diharapkan menjadi tempat bagi anak muda untuk berolahraga, beraktivitas, dan bersosialisasi dalam lingkungan yang positif.

Baca Juga: PSEL Bekasi Segera Dibangun, Groundbreaking Dipastikan Sebelum Akhir Agustus 2026

Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga memperkuat pengawasan terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), terutama di fasilitas publik dan lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi anak-anak dan remaja dari paparan asap rokok sekaligus mencegah kebiasaan merokok sejak usia dini.

Tri mengatakan edukasi mengenai bahaya rokok juga harus mengikuti perkembangan gaya hidup anak muda. Menurutnya, kampanye kesehatan tidak cukup hanya membahas rokok konvensional, tetapi juga perlu menyasar penggunaan rokok elektronik atau vape.

“Pemerintah bisa membuat aturan dan menyediakan fasilitas, tetapi kesadaran masyarakat adalah kuncinya,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat, keluarga, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang membuat pilihan hidup sehat semakin mudah bagi generasi muda.

“Mari kita jaga bersama agar pilihan hidup sehat semakin mudah bagi generasi muda kita,” pungkas Tri.***