BEKASI.POJOKSATU.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, menilai persoalan banjir di Bekasi tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengandalkan APBD Kota Bekasi semata. Menurutnya, banjir yang rutin terjadi setiap tahun merupakan dampak dari kiriman air dari Bogor, Kabupaten Bekasi, hingga wilayah DKI Jakarta.
“Yang saya tekankan kemarin adalah bahwa sumber terjadinya banjir setiap tahun ini karena kiriman dari Bogor, dari DKI juga, bahkan dari Kabupaten Bekasi. Ini persoalan yang kita hadapi,” ujar Abdul Muin dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa Wali Kota Bekasi perlu menjalin komunikasi dan negosiasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat. Sebab, perbaikan drainase di Kota Bekasi tidak akan cukup jika persoalan hilir tidak tertangani dengan baik.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Raih Predikat Pelayanan Prima, Masuk Peringkat 5 se-Jawa Barat
“Contohnya, ketika kita ingin membuang air ke wilayah DKI, saluran ditutup sehingga air hanya tertahan di Bekasi. Di sisi lain, kiriman air dari Bogor masuk ke kita. Akhirnya air berputar-putar di sini dan meluap ke jalan maupun perumahan warga,” jelasnya.
Politisi PAN itu juga menyayangkan besarnya anggaran yang digelontorkan untuk penanganan banjir, namun belum mampu memberikan solusi tuntas. Ia berharap pemerintahan Wali Kota Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Harjoko dapat menghadirkan kebijakan yang menyelesaikan masalah banjir dari hulu hingga hilir.
“Selama ini persoalan banjir tidak dituntaskan secara menyeluruh. Selama itu juga Kota Bekasi akan terus mengalami banjir setiap tahunnya. Mudah-mudahan dengan program lima tahun ini, Wali Kota bisa melihat secara utuh masalah banjir di Kota Bekasi,” pungkas Abdul Muin.***




