BEKASI.POJOKSATU.ID - Antrean panjang truk sampah yang menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang sempat memicu keresahan warga di sekitar Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.

Kendaraan pengangkut sampah dari Jakarta itu bahkan sempat mengular hingga sekitar delapan kilometer, sehingga menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Warga mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari truk-truk sampah yang terjebak antrean panjang.

Selain itu, air lindi atau cairan dari tumpukan sampah yang menetes ke jalan juga membuat kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman.

Baca Juga: Antrean Truk Sampah ke Bantargebang Sempat Mengular 8 Km di Jalan Narogong, Penutupan Zona 4 Jadi Pemicu Utama

Situasi tersebut diperparah dengan adanya belatung yang jatuh dari truk sampah ke badan jalan.

Kondisi ini membuat warga merasa terganggu, terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang jalur menuju TPST Bantargebang.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan antrean panjang tersebut memang menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Ia mengakui kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi memicu masalah kesehatan.

Baca Juga: PT Arifa Perdana Mandiri Klarifikasi Pemberitaan dan Sampaikan Permohonan Maaf

“Ini tentu membahayakan dari sisi keselamatan berlalu lintas, kemudian juga kesehatan masyarakat karena air lindi dan belatung yang jatuh dari truk,” kata Tri Adhianto, Minggu 15 Maret 2026.

Menurut Tri, situasi tersebut terjadi setelah adanya penutupan zona 4 di TPST Bantargebang yang menyebabkan kapasitas pembuangan sampah berkurang.

Akibatnya, truk-truk pengangkut sampah harus dialihkan ke zona lain yang masih beroperasi.

Kondisi itu membuat proses pembuangan sampah menjadi lebih lama sehingga kendaraan pengangkut sampah menumpuk di jalur menuju lokasi pembuangan.

Selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan truk sampah yang mengular di jalan juga sempat membuat aktivitas warga terganggu.

Beberapa warga bahkan menyampaikan keluhan karena harus melewati jalan dengan kondisi yang kotor akibat tetesan limbah dari kendaraan tersebut.

Antrean panjang tersebut juga sempat memicu penolakan warga terhadap truk sampah yang melintas di kawasan itu.

Warga khawatir kondisi tersebut akan terus berulang jika tidak ada pengaturan yang lebih baik.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tekankan Peran Ulama dan Pemimpin dalam Membangun Kota

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bekasi kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengatur jadwal kedatangan truk sampah agar tidak datang secara bersamaan.

Tri menegaskan bahwa pengaturan jam kedatangan truk menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya antrean panjang yang dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Memang harus ada pembatasan jam kedatangan dan juga volumenya supaya tidak terjadi antrean panjang,” ujarnya.

Saat ini, setelah dilakukan pengaturan kedatangan truk secara bertahap, kondisi antrean menuju TPST Bantargebang mulai berangsur terurai dan aktivitas warga di sekitar Jalan Raya Narogong kembali berjalan lebih normal.***