BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir kiriman dari hulu Bogor kembali merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Ketinggian air sempat mencapai dua meter pada Rabu malam, memaksa ratusan warga berjibaku menyelamatkan diri dan barang-barang berharga mereka.
Ketua RT 08/RW 03, Ridwan, menyampaikan bahwa sedikitnya 120 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Era Baru Komuter Cikarang Dimulai, Transjabodetabek Tembus Kawasan Industri
Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya tetap bertahan di rumah karena memiliki lantai dua.
“Air naik cukup cepat semalam. Tingginya sampai dua meter. Ada warga yang mengungsi, tapi ada juga yang bertahan karena rumahnya bertingkat,” ujar Ridwan, Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya, banjir kali ini murni akibat luapan Kali Bekasi yang menerima kiriman air dari wilayah Bogor.
Baca Juga: Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Pondok Gede, Polisi Lakukan Pendalaman
Wilayah Margahayu sendiri tidak diguyur hujan saat kejadian, namun debit air dari hulu membuat kali meluap dan merendam permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga panik, terutama keluarga dengan anak kecil dan lansia.
Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih tinggi, sementara lainnya bertahan sembari menunggu air surut.
Baca Juga: Perubahan Batas Wilayah Disiapkan, Dampaknya ke Warga Medan Satria dan Jaticempaka
Meski air mulai surut pada Kamis pagi, dampak sosial masih terasa. Rumah-rumah dipenuhi lumpur tebal, perabotan rusak, dan aktivitas warga lumpuh.
Gang sempit yang biasanya ramai kini tertutup endapan lumpur setinggi sekitar 30 sentimeter.
“Air sudah mulai surut, tapi lumpur menumpuk hampir selutut betis orang dewasa. Kami membutuhkan bantuan untuk menyemprot dan membersihkan lingkungan,” tambah Ridwan.
Sebanyak 120 kepala keluarga kini harus membersihkan sisa banjir secara mandiri sambil menunggu bantuan.
Sebagian warga terlihat bergotong royong mengangkat lumpur dari dalam rumah dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Percepat Tarif Trans Beken Mulai 1 Maret 2026 Usai Demo Sopir Angkot
Banjir setinggi dua meter ini menjadi pengingat bahwa wilayah bantaran Kali Bekasi masih rentan terdampak luapan air kiriman.
Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Harapan kami, normalisasi dan tanggul segera direalisasikan agar kami tidak kebanjiran lagi,” tegas Ridwan.
Baca Juga: Warga Perbatasan Harap Waspada! Revisi Batas Bisa Pengaruhi Data KTP dan Hak Pilih
Bagi warga Gang Mawar, banjir bukan sekadar peristiwa musiman, melainkan ancaman nyata yang memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi.
Ketika air datang mendadak dan merendam hingga dua meter, pilihan mereka hanya dua yaitu mengungsi atau bertahan.
Kini, setelah air surut, perjuangan berikutnya adalah memulihkan kehidupan yang sempat terhenti akibat luapan Kali Bekasi.***




