BEKASI.POJOKSATU.ID - Ribuan pekerja di kawasan industri Cikarang kini memiliki alternatif baru untuk menuju Jakarta.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan layanan Transjabodetabek Koridor Cawang-Cikarang (Kota Jababeka) atau rute B51 yang diharapkan mampu mengubah pola mobilitas komuter setiap hari.
Kehadiran koridor ini dinilai bukan sekadar membuka rute baru, melainkan mendorong perubahan budaya penggunaan transportasi publik di kawasan industri terbesar di Indonesia tersebut.
Baca Juga: Banjir Gila-Gilaan Rendam Ribuan Hektare Sawah Bekasi, Petani Terancam Gagal Panen
Dengan jadwal teratur dan waktu tunggu yang relatif singkat, pekerja memiliki pilihan lebih efisien dibandingkan kendaraan pribadi.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pertumbuhan industri di Kabupaten Bekasi membawa konsekuensi serius terhadap mobilitas masyarakat.
Kemacetan, biaya perjalanan tinggi, hingga kelelahan akibat waktu tempuh panjang menjadi tantangan yang harus dijawab dengan solusi konkret.
Baca Juga: Warga Perbatasan Harap Waspada! Revisi Batas Bisa Pengaruhi Data KTP dan Hak Pilih
“Penguatan angkutan umum massal yang andal, terjadwal, nyaman, dan terjangkau bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegasnya.
Rute B51 beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan tarif reguler Rp3.500.
Bahkan pada pukul 05.00–07.00 WIB, penumpang cukup membayar Rp2.000.
Baca Juga: Demi Kekhusyukan Puasa, MUI Bekasi Desak Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktivitas
Tarif terjangkau ini diyakini dapat menarik minat pekerja untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Pada tahap awal, sebanyak 14 unit bus low entry disiapkan untuk melayani rute ini.
Headway atau jarak kedatangan bus ditetapkan 10 menit saat jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk.
Dengan kepastian waktu tersebut, pekerja dapat merencanakan perjalanan lebih efisien dan meminimalkan risiko keterlambatan.
“Koridor ini bukan sekadar rute baru, tetapi bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang akan memperkuat daya saing kawasan industri dan meningkatkan efisiensi mobilitas pekerja,” ujar Asep.
Baca Juga: Arus Kendaraan Terganggu, Pengerukan Kali Demi Bekasi Bebas Genangan
Secara keseluruhan terdapat 11 titik pemberhentian yang menghubungkan Cawang di Jakarta hingga kawasan Kota Jababeka di Cikarang Utara.
Rute ini memudahkan pekerja yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau transportasi tidak terjadwal.
Lebih dari sekadar solusi perjalanan, kehadiran Transjabodetabek B51 juga diharapkan berdampak pada pengurangan kemacetan dan emisi kendaraan bermotor.
Baca Juga: Jalan Sepi Jadi Celah Pelaku Asusila, Warga Telaga Asih Minta Patroli Ditingkatkan
Semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi umum, maka jalan menjadi lebih lengang dan kualitas udara meningkat.
Asep juga mengingatkan bahwa keberhasilan layanan ini sangat bergantung pada konsistensi kualitas pelayanan.
“Kepercayaan publik dibangun dari kualitas layanan yang konsisten. Jaga standar pelayanan agar masyarakat semakin yakin menggunakan transportasi publik,” tegasnya.
Dengan potensi pengguna mencapai lebih dari 1.700 penumpang per hari, koridor Cawang–Cikarang menjadi langkah awal transformasi mobilitas komuter di Kabupaten Bekasi.
Harapannya, budaya menggunakan transportasi publik semakin kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup pekerja industri modern.***




