BEKASI.POJOKSATU.ID - Aktivitas pengerukan kali di Jalan Lingkar Utara, tepat di depan MAN 1 Teluk Pucung, Bekasi, membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat dalam beberapa hari terakhir.

Alat berat yang diturunkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi memakan sebagian badan jalan, sehingga kendaraan harus melambat dan bergantian melintas.

Meski menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mencegah genangan dan banjir di wilayah Teluk Pucung.

Baca Juga: Jalan Sepi Jadi Celah Pelaku Asusila, Warga Telaga Asih Minta Patroli Ditingkatkan

Sedimentasi dan lumpur yang selama ini menyumbat aliran kali dinilai menjadi salah satu penyebab air kerap meluap saat hujan deras.

Sejak pagi, deru ekskavator terlihat mengeruk endapan di dasar saluran.

Material yang diangkat kemudian dipindahkan ke tepi jalan sebelum diangkut menggunakan truk.

Baca Juga: Ini Isi Lengkap Seruan MUI Bekasi Sambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Kondisi ini membuat laju kendaraan, terutama pada jam sibuk, menjadi lebih padat dari biasanya.

Lurah Teluk Pucung, Ismail Marjuki, turun langsung memantau proses pengerjaan bersama aparatur kelurahan dan Pokja Banjir.

Ia memahami adanya dampak terhadap kelancaran lalu lintas, namun menegaskan bahwa pengerukan ini sangat dibutuhkan demi kepentingan bersama.

Baca Juga: Jelang Hujan Puncak, Pemkot Bekasi Antisipasi Banjir di Teluk Pucung

“Ya, saya terus memantau pengerukan kali di Jalan Lingkar Utara bersama aparatur dan Pokja Banjir serta dinas terkait,” ujarnya.

Menurut Ismail, langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah menghadapi potensi genangan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Jika sedimentasi tidak segera dibersihkan, aliran air akan tersumbat dan berisiko meluap ke jalan maupun permukiman sekitar.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Diharapkan kegiatan ini memberi dampak positif dan mengurangi potensi genangan di wilayah sekitar,” tandasnya.

Baca Juga: Pengembang Properti di Bekasi Tangkap Peluang dari Pertumbuhan Investasi

Pemerintah berharap masyarakat dapat bersabar karena manfaat pengerukan ini akan dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan aliran air yang kembali lancar, risiko genangan di kawasan strategis tersebut dapat ditekan, terutama saat curah hujan meningkat.

Jalan Lingkar Utara sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai titik aktivitas warga, termasuk sekolah dan kawasan permukiman.

Karena itu, kelancaran arus air di saluran sekitar menjadi faktor penting untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman.

Meski untuk sementara pengguna jalan harus menghadapi perlambatan, upaya normalisasi kali ini diharapkan menjadi solusi permanen yang mampu meminimalkan gangguan lebih besar akibat banjir di masa mendatang.***