BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat menghadapi ancaman genangan di wilayah Teluk Pucung.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimentasi di saluran kali Jalan Lingkar Utara, tepat di depan MAN 1 Teluk Pucung, dalam beberapa hari terakhir.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari percepatan penanganan banjir, menyusul intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Pengembang Properti di Bekasi Tangkap Peluang dari Pertumbuhan Investasi

Lumpur dan endapan yang selama ini menyumbat aliran air dikeruk agar fungsi drainase kembali optimal.

Deru ekskavator terdengar sejak pagi, mengangkat material sedimentasi yang menghambat aliran kali.

Penanganan dilakukan secara langsung oleh DBMSDA dengan dukungan aparatur kelurahan dan Pokja Banjir setempat.

Baca Juga: Begal Payudara Beraksi di Cikarang Barat, Karyawati Jadi Korban Saat Berangkat Kerja

Koordinasi lintas instansi ini menjadi kunci agar pengerjaan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Lurah Teluk Pucung, Ismail Marjuki, turun langsung memantau proses pengerukan bersama aparat kelurahan dan dinas terkait.

Ia memastikan upaya normalisasi dilakukan secara maksimal demi mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Hutan Bambu Diterjang Longsor, Pengelola Desak Pemkot Bekasi Turun Tangan

“Ya, saya terus memantau pengerukan kali di Jalan Lingkar Utara bersama aparatur dan Pokja Banjir serta dinas terkait,” ujar Ismail.

Menurutnya, pengerukan ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi.

Jika sedimentasi tidak segera diatasi, air berisiko meluap dan menimbulkan genangan di jalan maupun permukiman sekitar.

Pemkot Bekasi menargetkan pengerjaan dapat rampung sebelum puncak musim hujan.

Dengan aliran air yang kembali lancar, diharapkan risiko genangan yang kerap menghantui wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: Modernisasi Transportasi Bekasi Tuai Penolakan, Trans Beken Picu Gejolak

Meski proses pengerjaan sempat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, pihak kelurahan meminta masyarakat memahami situasi tersebut.

Penanganan ini dinilai sebagai solusi jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya arus lalu lintas selama proses pengerjaan berlangsung. Diharapkan kegiatan ini memberi dampak positif dan mengurangi potensi genangan di wilayah sekitar,” tandas Ismail.

Baca Juga: Demo Sopir Angkot Lumpuhkan Jalan Ahmad Yani, Macet Mengular hingga Tol Bekasi Barat

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons titik-titik rawan genangan.

Normalisasi saluran menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi banjir, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Jalan Lingkar Utara yang menjadi akses vital masyarakat dan pelajar.

Dengan sinergi antarinstansi dan pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Bekasi berharap upaya ini tidak hanya menjadi solusi sementara.

Tetapi juga memperkuat sistem pengendalian banjir secara berkelanjutan di wilayah Teluk Pucung dan sekitarnya.***