BEKASI.POJOKSATU.ID - Suasana subuh yang biasanya tenang di Jalan Nona Merah, RT 05 RW 06, Kampung Cibitung, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, mendadak berubah mencekam.

Aksi asusila yang terjadi pada Selasa 10 Februari 2026 sekitar pukul 05.08 WIB menambah daftar keresahan warga, sekaligus memunculkan pertanyaan soal keamanan lingkungan saat pagi buta.

Peristiwa tersebut terekam jelas kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi.

Baca Juga: Ini Isi Lengkap Seruan MUI Bekasi Sambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Dalam rekaman, seorang perempuan terlihat berjalan sendirian di jalan yang relatif sepi.

Tiba-tiba, seorang pria bermotor mendekat dari arah belakang, sempat mengerem dan berputar arah sebelum melakukan aksi asusila, lalu melarikan diri.

Warga sekitar, Asib Awaludin (38), mengaku terbangun saat waktu fajar karena mendengar teriakan minta tolong.

Baca Juga: Jelang Hujan Puncak, Pemkot Bekasi Antisipasi Banjir di Teluk Pucung

Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di warung miliknya dan mendapati aksi tersebut terjadi tepat di depan kameranya.

“Saya lihat pelaku datang dari arah Jalan Raya Imam Bonjol, sempat mengerem dan putar balik. Saat melihat calon korban, pelaku kembali memutar arah dan melakukan aksi tepat di depan warung saya,” ujar Asib, Kamis 12 Februari 2026.

Menurutnya, kawasan tersebut didominasi rumah kontrakan karyawan pabrik yang mulai beraktivitas sejak dini hari.

Baca Juga: Pengembang Properti di Bekasi Tangkap Peluang dari Pertumbuhan Investasi

Namun pada momen tertentu, jalan bisa terlihat lengang karena warga masih bersiap berangkat kerja.

Situasi inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Kalau subuh memang banyak yang sudah bangun, tapi tidak semua langsung keluar rumah. Jalanan kadang terlihat sepi, itu mungkin yang dimanfaatkan pelaku,” katanya.

Asib menambahkan, gangguan asusila sebenarnya bukan hal baru di wilayah tersebut.

Meski aksi begal payudara baru kali ini terjadi di area itu, sebelumnya kerap ada laporan pelaku dengan modus memperlihatkan alat kelamin di sekitar lokasi.

Baca Juga: Begal Payudara Beraksi di Cikarang Barat, Karyawati Jadi Korban Saat Berangkat Kerja

“Kejadian ini sudah lama membuat warga resah karena berulang-ulang dengan berbagai modus,” ungkapnya.

Maraknya kejadian serupa membuat sebagian penghuni kontrakan merasa tidak aman dan memilih pindah.

Dampaknya, warung dan usaha kecil di sekitar lokasi ikut terdampak karena kehilangan pelanggan.

Baca Juga: Hutan Bambu Diterjang Longsor, Pengelola Desak Pemkot Bekasi Turun Tangan

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam rawan seperti dini hari hingga pagi hari.

Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat di titik-titik yang minim penerangan.

“Kalau bisa patroli lebih sering, terutama subuh. Supaya ada efek jera dan warga merasa aman,” tutup Asib.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat.

Tetapi juga membutuhkan perhatian serius semua pihak agar ruang publik tetap aman, terutama bagi perempuan yang beraktivitas sejak pagi hari.***