BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan orang yang mengatasnamakan warga Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, berdemonstrasi di PT Siantar Top, produsen makanan ringan, Rabu, 11 September 2024.

Mereka menuntut perhatian perusahaan kepada warga di sekitar lingkungan pabrik. Massa mencoba merangsek masuk ke dalam area perusahaan.

Akan tetapi, aksi mereka mendapat pengawalan ketat dari polisi. Aksi saling dorong tidak terhindarkan.

Baca Juga: Sopir Taksi Online Jadi Korban Begal di Tol JORR, Pelaku Tiba-Tiba Todongkan Pisau

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bojong Menteng, Irfan mengatakan masyarakat Bojongmenteng sudah beberapa kali sudah melayangkan surat untuk melakukan mediasi. Akan tetapi, pihak perusahaan tidak mengakomodir masyarakat untuk bertemu pimpinan perusahaan.

"Tuntut pengelolaan limbah pabrik berpihak kepada warga sekitar, yang kedua yakni membuka lapangan kerja untuk warga Bojong Menteng," ungkap Irfan kepada awak media, Rabu, 11 September 2024.

Selain itu, massa juga menolak keberadaan LPK SIR di PT Siantar Top juga agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga Kelurahan Bojongmenteng untuk bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan Perda Kota Bekasi Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pelayanan Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Aksi Balap Liar di Jalan Ahmad Yani Telan Korban

“Kami hanya meminta kepada perusahaan tersebut agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga untuk bekerja,” tegas dia.

Sementara itu, perwakilan PT Siantar Top, Tepu Sitepu, menjelaskan pihak perusahaan membuka pintu selebar-lebarnya kepada masyarakat jika ingin datang namun secara baik-baik.

"Kami perusahaan sangat terbuka dengan masyarakat sekitar dan terkait persoalan tenaga kerja juga terbuka bagi masyarakat," ucap dia.

Tepu membeberkan perusahaan mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah karena berhentinya produksi akibat penyetopan.

"Ya sangat-sangat rugi dengan adanya demontrasi yang dilakukan oleh masyarakat kali ini," demikian kata dia.***