BEKASI.POJOKSATU.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Heri Purnomo menerima aspirasi dari masyarakat Kecamatan Pondokmelati terkait fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Warga mengeluhkan fasilitas kesehatan dan pendidikan masih minim jika dibandingkan kecamatan lain di Kota Bekasi.

Heri menerangkan kebutuhan sekolah negeri tingkat SMP dan SMA masih belum memadai di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ini Jam Kerja DPRD Kota Bekasi Selama Ramadhan

Di Kecamatan Pondokmelati hanya memiliki satu SMP negeri dan 1 SMA negeri. Hal ini sangat kurang sekali dengan jumlah penduduk yang ada.

"Ini tidak berbanding lurus dengan lulusan baik SD ataupun SMP di wilayah tersebut. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus memeratakan sarana pendidikan di wilayah Pondokmelati," ucap Heri, Jumat 15 Maret 2024.

Heri mengatakan sekolah swasta tidak bisa menampung jumlah lulusan yang ada hampir tiap tahun ajaran baru.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bekasi Tinjau Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

“Memang isu tentang pendidikan dan kesehatan masih dominan, banyak warga yang mengeluhkan kurangnya sekolah negeri,” ujar dia.

Dia siap untuk memperjuangkan masyarakat yang berada di wilayah Pondokmelati. Apalagi kebutuhan sekolah negeri memang sudah sejak lama dibutuhkan.

"Memang ini semua tidak mudah seperti mengembalikan telapak tangan, akan tetapi saya tetap memperjuangkannya," tegas dia.

Hal ini karena berkaitan dengan kebijakan, dan anggaran prioritas yang bakal digelontorkan untuk kebutuhan yang paling mendesak.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Terima 3.000 Aspirasi Masyarakat Selama Reses

Kendati demikian, dirinya ini tidak mau menyerah. Selain memperjuangkan aspirasi warga di Gedung DPRD, ia juga tidak sungkan untuk terjun langsung membantu warganya secara langsung.

“Misalnya ada orang yang sakit kami siap melakukan pendampingan atau advokasi karena saya punya Rumah Aspirasi yang di biayai secara mandiri dan gotong royong, ya saya dan tim akan terjun langsung," kata Heri.

"Untuk bidang pendidikan ketika ada anak kurang mampu terganjal tidak bisa sekolah, masa saya diam saja? Ya, saya turun untuk menyelesaikan masalah tersebut,” demikian kata dia. (Adv DPRD Kota Bekasi)