BEKASI.POJOKSATU.id – Pekerja Seks Perempuan (PSP) masih menjadi salah satu kelompok paling rentan tertular HIV dan AIDS.
Direktur Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera (Grapiks) Bekasi, Daniel Ramadhan, menjelaskan PSP terbagi dalam dua kelompok: pekerja seks langsung dan tidak langsung.
“Pekerja seks langsung adalah perempuan yang bekerja memang untuk transaksi seksual. Pekerja seks tidak langsung adalah perempuan yang pekerjaan utamanya bukan pekerja seks, tapi di waktu-waktu tertentu dia open BO atau menjajakan layanan seksual,” jelasnya, Selasa, 18 November 2025.
Meski populasinya cukup besar, Daniel menyebut angka infeksi HIV pada pekerja seks di Kota Bekasi berada di bawah standar nasional.
Baca Juga: Dinkes Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Tangani Imunisasi, HIV-AIDS, dan TBC
“Angka rata-rata nasional pekerja seks yang terinfeksi HIV itu 2 sampai 4 persen. Tapi di Kota Bekasi angkanya tinggal 1 persen. Dari 100 pekerja seks yang kami tes HIV, hanya satu yang positif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Grapiks berupaya melakukan pengawasan kesehatan agar pekerja seks tidak terpapar penyakit menular seksual.
“Kami Yayasan Grapiks bekerja di tengah, melakukan pengawasan dan pengontrolan supaya pekerja seks tidak sakit, tidak kena penyakit seksual, tidak kena AIDS. Peran kami di situ,” tegas Daniel.
Daniel juga mengungkapkan bahwa usia pekerja seks kini semakin muda, sebagian besar berada di rentang usia 20-an. Hal ini dianggap berkaitan dengan kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi di tingkat sekolah.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bekasi Gelar FGD Bahas Pencegahan HIV-AIDS, Balap Liar, dan Siskamling
“Pembelajaran tentang kesehatan reproduksi remaja itu masih terabaikan. Saat remaja menstruasi, mereka butuh pendampingan. Ini tidak mereka dapatkan. Bicara HIV, kita bicara hulunya: pola asuh dan edukasi sejak dini,” tuturnya.***




