BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris secara terstruktur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari program one day English yang kini mulai diterapkan dalam aktivitas pemerintahan, termasuk dalam forum resmi seperti rapat dan koordinasi lintas sektor.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memulai pelatihan bahasa Inggris bagi ASN dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Kota Bekasi.
“Sudah terdaftar hampir 12 universitas yang siap melatih ASN kita agar belajar lebih baik lagi,” ujar Tri dalam keterangannya, Senin 27 April 2026.
Menurut dia, program tersebut akan diawali dengan pre-test untuk mengukur kemampuan dasar ASN, mulai dari kepala dinas, sekretaris, hingga staf. Hasil tes tersebut nantinya menjadi acuan dalam penyusunan metode pelatihan.
Tri menjelaskan, pelatihan direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan pendekatan pembelajaran yang terukur dan berkelanjutan.
“Setelah itu akan kita evaluasi, dilihat perkembangan sebelum dan sesudah pelatihan,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan kemampuan bahasa Inggris tidak hanya sebatas program jangka pendek, tetapi akan menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Bekasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bahkan ke depan, kemampuan berbahasa Inggris disebut akan menjadi salah satu indikator dalam penilaian jabatan ASN.
“Ini bagian dari proses kita untuk terus meng-upgrade diri,” ucap Tri.
Baca Juga : Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan ASN Bekasi Wajib Bahasa Inggris
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebutuhan penguasaan bahasa asing semakin relevan, terutama dalam menghadapi kerja sama internasional, termasuk dengan investor asing.
Salah satu contohnya adalah kolaborasi Pemkot Bekasi dengan perusahaan asal China dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
“Kami ingin komunikasi bisa berjalan langsung tanpa jeda, sehingga ide dan gagasan bisa tersampaikan dengan baik,” jelasnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa sejak 2023 pihaknya telah menyiapkan sekitar 500 ASN bertalenta dengan wawasan global sebagai bagian dari transformasi birokrasi.
Program pelatihan ini pun diharapkan dapat diperluas secara bertahap hingga ke level ASN yang lebih rendah, sehingga tercipta aparatur yang adaptif dan siap menghadapi tantangan global.
Selain itu, ia berharap langkah tersebut juga mampu mendorong masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Bekasi, untuk memiliki wawasan internasional.
“Yang paling penting adalah kita mempersiapkan diri, anak-anak kita, dan ASN agar berwawasan global,” tandasnya.***




