BEKASI.POJOKSATU.ID - Progres pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) secara nasional telah mencapai 73,99 persen hingga penutupan tahap pertama pada 23 Desember 2025.

Capaian tersebut menjadi tolok ukur bagi daerah, termasuk Kota Bekasi, yang saat ini masih berupaya mengejar optimalisasi kuota haji untuk keberangkatan tahun 2026.

Berdasarkan data Kementerian Agama, secara nasional tercatat sebanyak 149.159 jemaah telah menyelesaikan pelunasan BIPIH.

Baca Juga: Pelunasan Haji Bekasi Baru 68 Persen, Jemaah Cadangan Diminta Siap Berangkat

Sejumlah provinsi bahkan mencatatkan tingkat pelunasan di atas rata-rata nasional.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan pelunasan tertinggi sebesar 88,88 persen, disusul Kepulauan Bangka Belitung 84,36 persen dan Sulawesi Selatan 84,28 persen.

Sementara itu, capaian Kota Bekasi masih berada di bawah angka nasional.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Kritik Inspektorat Lamban Tangani Dugaan Penyelewengan Dana BOS

Dari total kuota 5.056 jemaah, baru 3.400 orang yang telah melunasi BIPIH atau sekitar 68 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Bekasi, Endang Saefudin, mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan jemaah yang berpotensi melunasi pada tahap kedua.

“Pelunasan tahap pertama di Kota Bekasi memang masih 68 persen. Namun kami melihat peluang besar pada tahap kedua, terutama dari jemaah yang sebelumnya gagal sistem dan pendamping lansia,” ujar Endang, dikutip dari Radar Bekasi, 31 Desember 2025.

Baca Juga: Diskon Tarif Tol 20 Persen Berlaku Lagi 31 Desember, Ini Daftar Ruasnya

Ia menjelaskan, terdapat 693 jemaah yang diproyeksikan akan melunasi pada tahap kedua, terdiri atas 580 jemaah gagal sistem dan 113 pendamping lansia.

Jika seluruhnya melunasi, tingkat keterisian kuota Kota Bekasi diperkirakan mencapai 81,73 persen.

“Kami juga sudah menyiapkan kuota cadangan sebanyak 1.026 orang untuk mengantisipasi jemaah yang batal berangkat,” katanya.

Endang menegaskan, jemaah cadangan memiliki peluang besar untuk berangkat haji tahun 2026 selama memenuhi seluruh persyaratan, terutama istithaah kesehatan.

“Kami terus memantau istithaah kesehatan. Ini menjadi faktor penentu sebelum pelunasan dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru ke Jabotabek Tembus 526 Ribu Kendaraan

Ia juga mengingatkan agar jemaah berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Kemenag.

“Tidak ada pungutan apa pun di luar ketentuan resmi. Kalau ada yang meminta biaya tambahan, segera laporkan,” tegasnya.

Pelunasan BIPIH tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 2-9 Januari 2026 dan diperuntukkan bagi jemaah gagal sistem, pendamping lansia, penyandang disabilitas beserta pendampingnya, jemaah terpisah mahram, serta jemaah cadangan.

Dengan optimalisasi tahap kedua, Kemenag berharap capaian Kota Bekasi dapat mendekati bahkan melampaui rata-rata nasional.***