BEKASI.POJOKSATU.ID - Penanganan banjir di kawasan Harapan Indah tak bisa hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur.

Kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor penting agar upaya pengendalian banjir berjalan efektif dan berkelanjutan.

Hal ini mengemuka dalam dialog lintas wilayah yang mempertemukan Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, pengelola kawasan, serta perwakilan warga di Cluster Gardenia, Harapan Indah.

Baca Juga: DPRD Tiga Level Turun Tangan, Banjir Harapan Indah Jadi Perhatian Serius

Camat Medan Satria, Budi Rahman, menegaskan bahwa sistem drainase yang baik tidak akan berfungsi maksimal apabila perilaku masyarakat masih abai terhadap lingkungan sekitar.

Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke saluran air disebut menjadi penyebab klasik tersumbatnya drainase, yang berujung pada genangan saat hujan deras.

“Kalau infrastrukturnya sudah ada tapi salurannya dipenuhi sampah, ya air tetap tidak mengalir. Kesadaran warga itu kunci,” ujar Budi.

Baca Juga: Satpol PP Bekasi Sapu Bersih Reklame Liar, 12 Kecamatan Jadi Target

Ia menambahkan, banjir di Harapan Indah merupakan persoalan lintas wilayah yang saling terhubung dari hulu ke hilir.

Namun, sebaik apa pun koordinasi pemerintah, hasilnya akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, pengendalian banjir harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah dan kawasan permukiman.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Akui Pola Lama Tak Efektif, Penanganan Tanggul Dirombak

Dalam dialog itu, warga juga diingatkan agar rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing serta tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah.

Pemerintah daerah berkomitmen melakukan normalisasi dan perbaikan saluran, namun menekankan bahwa peran warga tetap menjadi penentu utama.

“Kalau warga disiplin, saluran bersih, genangan bisa jauh berkurang. Ini bukan hanya tugas pemerintah,” kata Budi.

Perwakilan pengelola kawasan Harapan Indah turut menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung upaya pengendalian banjir, termasuk dengan meningkatkan pemeliharaan saluran internal.

Namun, mereka juga meminta kerja sama warga untuk menjaga fasilitas yang sudah tersedia.

Baca Juga: Satpol PP Bekasi Sikat Reklame Liar, Usaha Kecil Tak Perlu Panik

Sejumlah Ketua RW yang hadir mengakui bahwa masih ada sebagian warga yang kurang peduli terhadap dampak membuang sampah sembarangan.

Edukasi dan ajakan secara terus-menerus dinilai perlu dilakukan agar kesadaran kolektif terbentuk.

“Kalau satu lingkungan saja kotor, efeknya bisa ke mana-mana. Air itu tidak kenal batas wilayah,” ujar salah satu perwakilan warga.

Pemerintah berharap dialog ini menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat, bahwa banjir bukan semata persoalan teknis, melainkan juga persoalan perilaku.

Dengan dukungan warga yang sadar lingkungan, pengendalian banjir di Harapan Indah diyakini bisa lebih efektif dan tidak lagi menjadi masalah tahunan.***