BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Desa Burangkeng melakukan upaya serius dalam mencegah kasus stunting. Upaya itu dimulai dari sosialisasi terhadap para pelajar.
Pelajar tingkat SMP dan SMA diedukasi tentang bahaya pernikahan dini yang dapat menimbulkan stunting karena ketidaksiapan dari segi mental, usia, dan finansial.
Lurah Desa Burangkeng Nemin bin Sain menyebutkan pemerintah desa juga memberi makanan tambahan kepada ibu hamil kurang mampu.
Baca Juga: Satgas Stunting Desa Burangkeng Berhasil Tekan Kasus Stunting
"Kita berikan vitamin, protein. Bukan 3 bulan saja, akan tetapi satu tahun full," ujar Nemin kepada wartawan, Rabu, 13 Desember 2023.
"Ada 30 ibu hamil yang kita berikan bantuan. Malah, ibu hamil kurang mampu yang kita berikan bantuan melahirkan bayi lebih sehat dibandingkan ibu hamil yang mampu," ujar dia.
Karena, kata Nemin, ibu hamil yang mampu terkadang tidak membeli vitamin dan makanan bergizi. Sementara ibu hamil kurang mampu justru ditopang dengan vitamin dan makanan bergizi oleh Pemerintah Desa.
Pemerintah desa juga membantu makanan tambahan bagi ibu menyusui.
Baca Juga: Pemerintah Desa Burangkeng Tetapkan RKPDes 2024
"Lebih penting pencegahahan. Kalau sudah stunting, 3 bulan diberi makanan tambahan belum tentu pulih," ucap dia.
Kasus stunting di Desa Burangkeng kini hanya tinggal 6 saja. Hal itu, kata Nemin, didukung kerja keras Satgas Stunting bentukan desa dan juga anggaran yang memadai.***




