BEKASI.POJOKSATU.ID - Kota Bekasi bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan lingkungan dengan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.

Proyek yang dijadwalkan groundbreaking pada Maret 2026 ini digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk menekan volume sampah sekaligus menghasilkan energi bersih bagi masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut Bekasi sebagai salah satu dari empat daerah pertama di Indonesia yang akan menerapkan sistem pengolahan sampah berbasis energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/PSEL).

Baca Juga: Libur Imlek 2026, Volume Kendaraan di Tol Trans Jawa Meningkat Signifikan

“Bekasi ini merupakan salah satu dari empat daerah pertama yang pengelolaan sampahnya akan menggunakan energi listrik (PLTSa/PSEL). Rencananya dilakukan groundbreaking pada bulan Maret mendatang,” kata Hanif di Bekasi, Sabtu 14 Februari 2026.

Keberadaan PSEL diharapkan mampu mengurangi gunungan limbah yang selama ini menjadi tantangan perkotaan.

Dengan teknologi pengolahan modern, sampah tidak lagi hanya ditimbun, melainkan diproses menjadi sumber energi yang memiliki nilai tambah.

Baca Juga: TP PKK Kota Bekasi Gelar Lomba Kreasi Makanan Etnik, Dorong Inovasi Pangan Lokal

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan kesiapan lahan seluas 5 hektare untuk mendukung proyek tersebut.

Ia menegaskan pembebasan lahan akan dituntaskan tahun ini, sementara tambahan 1,1 hektare di sekitar lokasi direncanakan dibebaskan pada 2027.

“Yang 1,1 hektare tahun depan. Ke depannya, lokasi ini bukan hanya tempat sampah, tapi kita siapkan menjadi hutan kota. Kami pastikan teknologinya adaptif terhadap lingkungan,” ujar Tri.

Baca Juga: Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Turun Langsung Pimpin Aksi Bersih Kawasan Juanda–Pasar Baru

Selain mengurangi volume sampah, proyek ini juga berkontribusi pada produksi energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

Pengolahan limbah menjadi energi dinilai lebih efisien dibanding metode konvensional yang hanya mengandalkan penimbunan.

Efisiensi pengelolaan sampah perkotaan menjadi poin penting dalam proyek ini.

Dengan sistem terintegrasi, proses pengangkutan, pemilahan, hingga konversi energi dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.

Pemkot Bekasi juga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL dengan anggaran sekitar Rp10 miliar.

Baca Juga: Tak Hanya Olah Sampah, Kawasan PSEL Bekasi Akan Disulap Jadi Hutan Kota

Proses fisik pembangunan jalan ditargetkan dimulai pada Juli atau Agustus 2026.

“Insyaallah bulan Juli atau Agustus sudah mulai proses fisik jalannya. Kami menganggarkan sekitar 10 miliar rupiah untuk pembangunan jalan akses kendaraan menuju lokasi PSEL,” kata Tri.

Dengan target pembangunan rampung dalam dua tahun, PSEL Bekasi diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern yang tidak hanya mengatasi persoalan limbah, tetapi juga mendorong transisi menuju energi bersih.

Langkah ini sekaligus menandai komitmen Bekasi dalam membangun kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.***