BEKASI.POJOKSATU.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai bersiaga untuk menghadapi musim penghujan yang saat ini terjadi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan, gerakan pencegahan dilakukan hampir setiap hari, termasuk hari Jumat, Sabtu, hingga Minggu, dengan mengerahkan seluruh personel dan perangkat yang dimiliki.
“Prediksi BMKG kan saat ini masuk musim hujan di Januari. Jadi kalau persiapan ya hampir setiap hari ya, termasuk hari Jumat, Sabtu, Minggu. Kita menggerakkan seluruh organik yang kita miliki,” kata Tri, Sabtu 17 Januari 2026.
Tri menyebutkan, bahwa Pemkot Bekasi menurunkan sejumlah tim lapangan untuk mempercepat pembersihan dan pemeliharaan saluran air. Diantaranya pasukan katak, yang bertugas melakukan pembersihan di sungai serta pasukan pematusan yang fokus mengangkut sampah dari selokan-selokan.
“Ada pasukan katak, ada pasukan pematusan. Ada pasukan katak ini yang bersih-bersih di sungai. Pematusan ini yang ngangkat-ngangkat sampah yang ada di selokan-selokan,” ujar dia.
Namun, menurut Tri, upaya pemerintah tidak akan optimal tanpa keterlibatan warga. Karena itu, RT dan RW diminta aktif menggerakkan kerja bakti, khususnya pada akhir pekan.
Baca Juga : Pencurian Motor Scoopy Terjadi di Villa Mas Garden Bekasi Utara
“Yang tentu yang kita harapkan adalah keikutan masyarakat. Makanya RT dan RW kita terus motivasi. Saya monitor bahwa untuk Sabtu dan Minggu mereka harus melakukan kerja bakti,” tegas Tri.
Tri juga menyoroti kebiasaan membuang sampah ke saluran yang masih terjadi. Ia meminta masyarakat memilah sampah dari rumah dan memastikan sampah tidak berakhir di drainase.
“Yang lebih utama ya mereka hari ini juga tetap memilah sampah. Sehingga sampahnya tidak dibuang di saluran tapi memang dikumpulkan,” ucap Tri.
Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga mengoptimalkan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mengingat tantangan pengangkutan sampah kian berat, terutama terkait kondisi Bantar Gebang saat hujan turun.
“yang ketiga tentu kita mengoptimalkan kinerja dari Dinas LH. Karena memang hari ini kita cukup berat terkait dengan Bantar Gebang yang kalau hujan ini kan longsor,” kata Tri.
Baca Juga : Empat Remaja Yang Ingin Melakukan Aksi Tawuran Di Ringkus Polisi
Ia pun meminta warga untuk semakin peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan persoalan di wilayahnya melalui kanal informasi yang tersedia, mulai dari kelurahan, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga langsung ke wali kota.
“Jadi saya kira warga masyarakat juga harus aware, peduli buat lingkungannya. Kalau ada hal yang kemudian terjadi di wilayahnya, tidak usah segan. Saya kira bisa masuk di kanal-kanal informasi yang kita miliki… Kalau tidak ya langsung ke Pak Wali Kota,” ucap Tri.
Tri menekankan, Bekasi memiliki tantangan geografis karena berada di dataran rendah. Ketika hujan turun bersamaan dari hulu, aliran air datang dalam volume besar sementara kapasitas saluran terbatas.
“Karena memang kan kondisional di kota Bekasi kan pada dataran rendah. Hujannya, airnya datangnya rame-rame. Salurannya kecil, jadi harus antri,” ujar Tri.
Meski demikian, Pemkot Bekasi memastikan berbagai langkah terus dikebut untuk meminimalkan genangan dan risiko banjir, seiring puncak musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung di Januari.***




