BEKASI.POJOKSATU.id - Munculnya kabut dan cuaca dingin di wilayah Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Sebagian warga menganggap fenomena ini sebagai tanda meningkatnya polusi udara atau pencemaran lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa kemunculan kabut tidak selalu berkaitan dengan penurunan kualitas udara.

Ia menjelaskan, kabut di kawasan perkotaan seperti Bekasi bukan indikator langsung bahwa udara sedang tercemar.

Baca Juga: BMKG: Kabut Tebal dan Cuaca Dingin di Bekasi Masih Normal, Dipicu Hujan dan Kelembapan Tinggi

"Fakta bahwa kabut muncul di area padat aktivitas manusia bukan berarti kualitas udaranya buruk," kata Ida, Selasa, 1 Juli 2025.

BMKG memastikan, kabut yang terjadi di Bekasi saat ini masih dalam batas aman dan tidak berdampak negatif pada aktivitas masyarakat. Baik dari segi transportasi maupun kesehatan, tidak ada gangguan berarti yang ditimbulkan.

“Jarak pandang untuk transportasi darat dan udara masih tergolong aman, begitu pula untuk kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Dengan penjelasan ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak langsung mengaitkan kabut dengan polusi tanpa data pendukung yang valid.***