BEKASI.POJOKSATU.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, menjelaskan bahwa hingga akhir tahun wilayah Bekasi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
“Kami fokus pada potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir, bukan karena momen Natal dan tahun baru, tetapi karena kondisi cuacanya memang demikian,” ujar Wiratma, Rabu 10 Desember 2025.
Baca Juga: Pertamina Regional JBB Ajak Orang Tua Bekasi Ngobrol Parenting Lewat Program TAMASYA
Selain faktor cuaca, BPBD juga memberi perhatian pada permukiman yang ditinggalkan penghuninya saat mudik Nataru. Menurutnya, hujan ekstrem bisa menimbulkan genangan sementara warga tidak berada di rumah.
“Yang kami khawatirkan itu hujan lebat dan genangan ketika pemilik rumah sedang pergi. Karena itu kami terus memantau melalui informasi BMKG,” tuturnya.
Wiratma menambahkan bahwa pola cuaca ekstrem di Bekasi dan wilayah sekitarnya masih sulit diprediksi. Kejadian banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada pekan sebelumnya menjadi pengingat penting untuk tetap siaga.
Baca Juga: Pencairan Dana Hibah RW Baru Mencapai 99,51 persen
“Meski peringatan ekstrem pada November sudah lewat, antisipasi harus tetap dilakukan. Contohnya, kejadian ekstrem yang tiba-tiba terjadi di Aceh dan Sumatera,” jelasnya.
BPBD mengimbau warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk lebih waspada dan rajin memantau informasi resmi BPBD melalui media sosial maupun layanan darurat 112.
“Kami rutin memantau Sungai Bekasi dan memperbarui informasi tinggi muka air. Harapannya, warga di sekitar daerah aliran sungai bisa merasa lebih tenang dengan informasi yang jelas,” demikian kata dia.***




