BEKASI.POJOKSATU.id — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota mendorong para pekerja untuk mulai mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik.
Upaya tersebut dilakukan melalui Webinar Literasi Keuangan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan 2026 dengan tema “Pensiun Tanpa Beban: Panduan Cerdas Mengamankan Masa Depan yang Lebih Sejahtera”.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut berlangsung pada Senin (7/9/2026).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, Ahmad Fauzan, mengatakan persiapan masa pensiun sebaiknya tidak dilakukan ketika pekerja sudah mendekati usia purnakarya.
Menurutnya, perencanaan masa depan perlu dimulai ketika seseorang masih berada pada usia produktif.
“Masa pensiun bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan apabila dipersiapkan sejak dini. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan baik, memahami manfaat perlindungan yang dimiliki, serta mulai mempersiapkan kebutuhan masa depan secara terencana,” ujar Ahmad Fauzan.
Ia mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu fondasi bagi pekerja dalam mengambil keputusan terkait kondisi finansial.
Dengan pemahaman keuangan yang baik, pekerja diharapkan mampu mengelola pendapatan secara bijak sekaligus mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Selain itu, pekerja juga diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial yang berpotensi menimbulkan risiko pada masa mendatang.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami pentingnya memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan secara menyeluruh,” katanya.
Ahmad berharap pekerja yang memasuki masa pensiun nantinya dapat menjalani kehidupan secara lebih tenang, mandiri, dan sejahtera karena telah memiliki persiapan finansial sejak usia produktif.
Baca Juga : Keributan Antarpekerja Tenant di Summarecon Mall Bekasi Dipicu Dugaan Pelecehan, Berakhir Damai
Webinar tersebut menghadirkan Rendy Mahardhika, Managing Director PT Samudranaya Grahaunggul (SANGU), sebagai keynote speaker dan Ellia Kustantini, Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, sebagai narasumber.
Kegiatan dipandu Rizky Nita Noer, Penata Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, sebagai moderator.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, hingga persiapan finansial untuk menghadapi masa purnakarya.
BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota menilai peningkatan literasi keuangan penting dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat, khususnya pekerja, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan.
Hal itu juga diharapkan dapat mendorong pekerja lebih siap dalam menghadapi berbagai kebutuhan finansial, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Bekasi tekankan pemanfaatan santunan untuk ekonomi berkelanjutan
Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Meski demikian, edukasi mengenai pengelolaan keuangan tetap diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Melalui kegiatan Bulan Literasi Keuangan 2026 ini, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota berharap pekerja semakin memiliki perspektif jangka panjang dalam mengelola pendapatan serta mempersiapkan masa depan.
Pesan “Rencanakan hari ini, nikmati masa depan tanpa khawatir” menjadi salah satu dorongan bagi pekerja untuk mulai mempersiapkan masa pensiun sejak sekarang.***




