BEKASI.POJOKSATU.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal melakukan pendataan dan pemetaan seluruh jaringan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tersebar di wilayah Kota Bekasi.

Langkah ini dilakukan menyusul insiden kebocoran pipa gas yang terjadi di Jalan Nangka Raya, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali terulang di masa mendatang.

Menurut dia, keberadaan jaringan pipa gas bawah tanah perlu diketahui secara jelas oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi maupun pembangunan infrastruktur.

“Ini menjadi evaluasi bagi kita semua. Dalam kegiatan pekerjaan seperti itu, perlu dilakukan pemetaan jalur-jalur pipa gas yang ada di Kota Bekasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Bobihoe, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai, data mengenai lokasi jaringan pipa gas sangat penting untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan sekaligus menghindari risiko kerusakan terhadap utilitas yang sudah terpasang.

Karena itu, Pemkot Bekasi akan berkoordinasi dengan PGN untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai titik-titik jaringan pipa gas yang berada di berbagai wilayah Kota Bekasi.

Baca Juga : Polsek Bekasi Selatan Gelar Patroli Dini Hari dan Razia Kendaraan, Cegah Kejahatan Jalanan

“Kami ingin mengetahui secara pasti lokasi jaringan pipa gas milik PGN yang ada di Kota Bekasi sehingga dapat dilakukan antisipasi dalam setiap pekerjaan konstruksi,” ujarnya.

Bobihoe menegaskan, insiden kebocoran pipa gas di Kranji harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan penggalian maupun aktivitas lain yang berpotensi bersinggungan dengan utilitas bawah tanah.

“Ini menjadi pelajaran penting dan tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.

Diketahui, kebocoran pipa gas terjadi di Jalan Nangka Raya, Kranji, Bekasi Barat, pada Jumat (29/5/2026). Insiden tersebut diduga terjadi akibat aktivitas pekerjaan pihak ketiga yang berada di sekitar jaringan distribusi gas bumi milik PGN.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian warga sekitar. Petugas PGN bersama pihak terkait kemudian bergerak cepat melakukan penanganan untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Dengan adanya pendataan dan pemetaan jaringan pipa gas secara menyeluruh, Pemkot Bekasi berharap setiap pekerjaan pembangunan di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih aman serta meminimalisir potensi gangguan terhadap fasilitas utilitas yang berada di bawah permukaan tanah.***