BEKASI.POJOKSATU.id - Polres Metro Bekasi Kota mengintensifkan program Jaga Pelajar sebagai langkah proaktif dalam menekan angka tawuran, kenakalan remaja, serta membendung dampak informasi menyesatkan di kalangan pelajar.
Penguatan skema edukasi ini ditandai dengan pengumpulan 127 kepala SMK negeri dan swasta se-Kota Bekasi di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi pada Selasa, 15 September 2026.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa Jaga Pelajar memprioritaskan tindakan preventif berbasis komunikasi dan pendampingan yang mengaitkan kepolisian, pihak sekolah, keluarga, dan para siswa.
"Kita ingin para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang untuk berkarya, dan mempunyai arah yang jelas dalam meraih cita-cita," kata Putu pada Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Targetkan Penataan Kabel Semrawut Lewat Proyek Ducting Rampung dalam Tiga Tahun
Putu turut menyoroti bahaya maraknya isu hoaks dan manipulasi informasi yang berpotensi merusak cara pandang serta memprovokasi emosi para pelajar. Ia melarang keras adanya praktik eksploitasi yang melibatkan siswa dalam aksi massa atau pergerakan yang membahayakan.
"Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi yang keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman yang utuh. Jika dibiarkan berkembang, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi," jelasnya.
Ia menambahkan, "Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun."
Guna memaksimalkan pengawasan, personel Polres Metro Bekasi Kota beserta Polsek jajaran diterjunkan sebagai Bapak Asuh di tiap-tiap kelas SMK. Para petugas akan berinteraksi secara rutin dengan murid sekaligus berkoordinasi intensif bersama wali kelas serta guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Langkah kolaboratif ini disambut baik oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rina Parlina. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter anak memerlukan sinergi lintas pihak.
Baca Juga: Panen Prestasi saat Apel Pagi: Pemkot Bekasi Lepas Siswa ke Malaysia dan Sabet 4 Penghargaan BKN
"Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar mutu akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perlindungan terhadap anak," tutur Rina.
Dukungan senada diutarakan Ketua FKKS SMK Kota Bekasi, Wawan Kuswandi, yang menilai skema Bapak Asuh sangat membantu sekolah menjaga keselamatan siswa di luar jam belajar. Melalui program ini, kepolisian berharap koordinasi yang terjalin mampu menciptakan iklim pendidikan yang kondusif di Kota Bekasi.***




