BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Perubahan suhu yang tidak menentu, dari panas ke dingin dalam waktu singkat, dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini memang terasa cukup ekstrem dan perlu menjadi perhatian serius masyarakat.

“Kalau seruan, ya memang kan luar biasa ya. Kita juga merasa perbedaan cuaca itu dari panas, terus habis itu dingin memang kan ada isu. Memang jadi perubahan gelombang panas,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 7 April 2026.

Baca Juga: Dari Aksi ke Aksi Nyata, Bekasi Bangun Komunikasi Berkelanjutan dengan Mahasiswa Lewat Pertemuan Berkala

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu mulai menyesuaikan aktivitas sehari-hari agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu langkah yang disarankan adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca tidak stabil.

Menurutnya, olahraga tetap penting dilakukan, namun sebaiknya dilakukan di dalam ruangan untuk menghindari paparan cuaca ekstrem secara langsung.

“Tentunya, aktivitas seperti ini sekarang banyaknya olahraga. Ya, usaha kan olahraga di dalam ruangan indoor terus juga jaga kebersihan,” katanya.

Baca Juga: Gelombang Pensiun ASN Menghantui! Bekasi Ajukan Ratusan Formasi Baru untuk Tutup Kekosongan

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit.

Kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memicu berkembangnya virus dan bakteri jika lingkungan tidak terjaga dengan baik.

Dinkes juga menyoroti pentingnya menjaga asupan cairan tubuh. Masyarakat diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi minuman berkafein maupun minuman manis yang dapat memperburuk kondisi tubuh.

“Yang terutama, banyak minum air putih. Kopi-kopi dikurangi dulu, manis-manis dikurangi dulu, lebih banyak minum air putih, jaga kondisi tubuh,” jelas Satia.

Ia menambahkan bahwa dehidrasi menjadi salah satu risiko utama yang sering diabaikan saat cuaca ekstrem. Padahal, kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit yang lebih sulit ditangani.

“Karena memang begitu dehidrasi, nanti penyakit ikutannya tuh yang susah ditangani. Nanti radang tenggorokan dan seperti itu,” pungkasnya.

Dengan adanya imbauan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu, serta mampu menyesuaikan pola hidup demi menjaga kondisi tubuh tetap optimal.***