BEKASI.POJOKSATU.id – Cuaca panas dan kering yang melanda wilayah Kota Bekasi selama musim kemarau mulai memicu berbagai gangguan kesehatan warga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat adanya tren kenaikan keluhan masyarakat terkait gejala batuk, pilek, demam, hingga indikasi penyakit influenza.

Plt Kepala Dinkes Kota Bekasi, Hadi Prabowo, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah kasus penyakit saluran pernapasan tersebut saat ini masih dalam tingkat ringan dan belum berada dalam ambang bahaya.

“Selain ISPA dan DBD, ada indikasi influenza dan penyakit sejenis lainnya mulai sedikit merebak. Berdasarkan laporan dari beberapa fasilitas kesehatan, memang ada peningkatan, meskipun belum signifikan,” terang Hadi pada Selasa, 22 September 2026.

Baca Juga: Terdampak Abu Vulkanik Krakatau, Dinkes Kota Bekasi Pastikan Kasus ISPA Masih Normal

Hadi menuturkan, cuaca terik di musim kemarau menyebabkan partikel debu dari tanah sangat mudah terbang dan terhirup. Risiko kesehatan akibat paparan debu ini paling tinggi dialami oleh masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka serta kelompok anak-anak.

Sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi juga melaporkan peningkatan pasien anak yang mengeluhkan gejala flu ringan. Guna mencegah perburukan kondisi kesehatan, Dinkes meminta para orang tua lebih sigap menjaga imunitas serta membatasi aktivitas anak di luar rumah.

Sebagai langkah pencegahan mendasar, masyarakat diimbau mencukupi asupan air minum untuk mencegah dehidrasi, memakai masker saat berkendara atau beraktivitas di jalan raya, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika gejala sakit berlanjut.***