BEKASI.POJOKSATU.ID - Baru dua bulan beroperasi, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, diduga membuang limbah ke area permukiman warga.

Akibatnya, sedikitnya 5 keluarga di RT 5 RW 4 mengeluhkan air sumur mereka yang kini berbau tidak sedap dan menimbulkan rasa gatal pada kulit setelah digunakan.

Ketua RW 04, Hasan Kanung, membenarkan adanya keresahan warga akibat aktivitas dapur tersebut.

Baca Juga: Warga Bojongmenteng Keluhkan Air Sumur Hitam dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG

"Air sumur warga yang berada di lokasi itu terkontaminasi dengan air limbah pembuangan dapur SPPG,” jelas Hasan, Jumat, 31 Oktober 2025.

Ia menambahkan, dugaan pencemaran ini berasal dari limbah dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang beroperasi di kawasan industri sekitar.

"Karena ya ini kan menurut keterangan dari lingkungan warga kita juga nih, diduga tercemar oleh limbah MBG,” tegasnya.

Baca Juga: DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Lingkungan di Bojong Menteng

Hasan juga menjelaskan bahwa dapur SPPG berada di area PT Biru Makmur Abadi (BMA), yang diketahui masih aktif menjalankan kegiatan industri.

“Posisi bangunan MBG ini kan ada di tengah-tengah komplek PT BMA. Mereka mengontrak di lokasi itu, dan di sana juga masih ada kegiatan seperti konstruksi dan workshop,” demikian kata dia.***