BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong percepatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan menargetkan aktivasi sekitar 400 bank sampah di tingkat RW yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengurangan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Direktur bank sampah induk patriot Kota Bekasi, Mulyanto Diharjo, mengatakan upaya aktivasi bank sampah menjadi fokus lanjutan setelah melihat lonjakan kinerja pengelolaan sampah dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Di Balik Lonjakan Ekonomi Sampah Bekasi, Ada Relawan yang Bekerja Tanpa Biaya
Dari total 1.015 RW yang telah memiliki bank sampah, sebanyak 602 unit tercatat aktif melakukan penimbangan dan pelaporan rutin.
"Masih ada sekitar 400 bank sampah RW yang belum aktif. Ini menjadi target kami ke depan agar seluruh potensi pengelolaan sampah di lingkungan bisa dimaksimalkan," ujar Mulyanto, Senin 12 Januari 2026.
Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh kebijakan penataan lingkungan RW yang memberikan anggaran sebesar Rp100 juta per lingkungan.
Baca Juga: Nuansa Bali Hadir di Bekasi, Ini 3 Kafe yang Paling Instagramable
Anggaran ini dinilai cukup untuk menopang sarana dan prasarana bank sampah, mulai dari tempat penimbangan, peralatan pendukung, hingga penguatan kelembagaan pengelola di tingkat RW.
Dalam tiga bulan terakhir, kinerja bank sampah di Kota Bekasi menunjukkan tren positif.
Volume sampah yang dikelola meningkat dua kali lipat dari sekitar 65 ton menjadi 130 ton per bulan.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penemuan Mayat di TPU Jakasampurna, Diduga Korban Pembunuhan
Nilai ekonominya pun melonjak signifikan, dari rata-rata Rp120 juta menjadi hampir Rp300 juta per bulan.
Capaian ini menjadi modal kuat untuk memperluas aktivasi bank sampah yang belum berjalan.
"Kalau yang sudah aktif saja dampaknya sebesar ini, bisa dibayangkan kalau seluruh bank sampah RW berjalan. Dampaknya akan sangat besar, baik untuk lingkungan maupun ekonomi warga," kata Mulyanto.
Ia menambahkan, aktivasi bank sampah tidak hanya soal pengurangan sampah, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengelola lingkungan.
Sepanjang 2025, total pengurangan sampah melalui bank sampah telah melampaui 1.000 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp2,2 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Akan Panggil Manajemen RSUD Terkait Utang Rp70 Miliar
BSIP berencana memperkuat sosialisasi dan pendampingan secara bertahap agar bank sampah yang belum aktif bisa segera beroperasi.
Mulyanto menegaskan, pendekatan persuasif dan kolaboratif akan terus dikedepankan agar partisipasi masyarakat semakin luas.
"Kami optimistis. Dengan pendampingan berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang ada, bank sampah di setiap RW bisa menjadi motor perubahan lingkungan di Kota Bekasi," pungkasnya.***




