BEKASI.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III.

Apresiasi tersebut disampaikan Dedi Mulyadi kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui sambungan telepon. Dalam apel pagi, Tri mengungkapkan bahwa Dedi, yang akrab disapa KDM, juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri langsung rangkaian PNBK Jilid III yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Minggu lalu.

Meski berhalangan hadir, KDM mengaku mengikuti jalannya kegiatan melalui berbagai unggahan di media sosial. Dari tayangan tersebut, ia menilai PNBK berhasil menghadirkan nuansa budaya Nusantara yang kental di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi.

Menurut Tri, Dedi memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui sebuah festival yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, 249 Dapur SPPG Siap Dikawal

"Sangat keren perayaan PNBK kemarin, sayang saya tidak hadir langsung melihat. Banyak warga yang senang melihat budaya di satu kota," ujar Dedi Mulyadi sebagaimana disampaikan kembali oleh Tri Adhianto.

Dedi juga menilai pawai budaya yang ditampilkan memiliki karakter multietnik yang kuat. Berbagai kontingen tampil mengenakan pakaian adat dari beragam daerah di Indonesia, mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di Kota Bekasi.

Tak hanya parade budaya, KDM turut mengapresiasi rangkaian kegiatan lainnya, seperti kirab Bendera Merah Putih hingga aksi penggalangan dana bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama jajaran Pemerintah Kota Bekasi dan para ASN, yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan PNBK Jilid III.

Bagi Wali Kota Tri Adhianto, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemkot Bekasi untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.

"Seluruh kerja sama yang dilakukan saat pelaksanaan PNBK ini menjadi sebuah kehormatan bagi kita dalam mempertahankan budaya Indonesia. Termasuk doa bersama yang dilakukan dengan melibatkan semua agama untuk mendoakan kota dan kabupaten yang tertimpa bencana di negeri tercinta ini," ujar Tri.

Tri menambahkan, PNBK Jilid III tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa kepedulian sosial.

Ia mengungkapkan, penggalangan dana yang dilakukan selama kegiatan berhasil menghimpun hampir Rp500 juta pada hari pelaksanaan untuk membantu korban bencana di NTT. Pengumpulan donasi tersebut masih akan berlangsung hingga 18 September 2026 melalui rekening Patriot Berbagi.

Baca Juga: PNBK Jilid III Semarakkan CFD Kota Bekasi, Budaya Nusantara Berpadu dengan Aksi Peduli Korban Bencana

"Pada perayaan PNBK kemarin, tidak hanya rasa lelah dan gembira, tetapi kita menyelaraskan rasa empati kita dalam penggalangan dana untuk NTT yang telah terkumpul hampir Rp500 juta pada hari itu juga. Penggalangan akan ditutup sampai 18 September 2026 melalui rekening Patriot Berbagi," ungkapnya.

Tri berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui PNBK terus terjaga. Menurutnya, keberagaman budaya dan semangat gotong royong merupakan kekuatan utama Kota Bekasi sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.

Melalui PNBK, masyarakat tidak hanya diajak mengenal dan mencintai budaya Nusantara, tetapi juga memperkuat persatuan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi musibah.***