POJOKSATU.id - Ada nasihat seorang ayah ketika anaknya hendak mencari pekerjaan, "Kita cari kerja untuk cari uang, bukan malah keluar uang."

Pesan itu mengingatkan agar sang anak mencari kerja yang tidak ada proses bayar-membayar untuk mendapat pekerjaan di suatu tempat dengan kontrak tertentu.
 
Gira, seorang pencari kerja, berangkat ke Ruko Rose Garden 3 nomor 83, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, juga dengan maksud demikian.

Gira datang ke tempat itu karena mendapat undangan wawancara kerja, Selasa, 25 Juli 2023. Dia memang memasukkan lamaran lewat platform lowongan kerja online.

Baca Juga: Ruko Viral di Galaxy Tidak Pasang Plang Nama Perusahaan, Merasa Jadi Korban Langsung Lapor

Saat itu hari Gira masih biasa-biasa saja. Saat masuk ke ruko itu, Gira mulai merasa ada kejanggalan lantaran tidak ada tes psikotes seperti pemberitahuan yang dia dapat.

Saat sesi wawancara, si pewawancara hanya bertanya tentang nama dan alamat dan memberi tahu pekerjaan apa dan berapa besar gaji yang apa dia terima.

Kemudian perusahaan itu meminta agar Gira membayar sejumlah nominal tertentu untuk biaya pelatihan kerja.

Padahal, informasi demikian tidak ada sama sekali tertera di website. Gira enggan membayar, tetapi menurut pengakuannya pihak perusahaan itu memaksa.

"Akhirnya kata dia tidak apa-apa bayar DP (uang muka) dulu. Saya coba dulu DP Rp350 ribu, lalu disuruh menghadap ke bos di lantai 3," kata dia kepada wartawan, Sabtu, 29 Juli 2023.

Ketika menemui pimpinan, Gira disuruh membayar biaya pelatihan itu sekaligus menandatangi surat perjanjian di atas meterai.
 
Gira tentu menolak permintaan itu, tetapi orang yang disebut bos itu justru memaksa agar dia segera membayar.

"Mereka tetap memaksa bayar saat itu juga, disuruh menelepon pihak keluarga dan disediakan ruang tunggu," kata dia.

"Tetapi lebih tepatnya isi (surat perjanjian), kalau saya tidak bisa menuntut mereka lewat jalur hukum," sambung dia.

Situasi mencekam dan menegangkan bagi Gira. Dia pun mencari cara bagaimana bisa lolos dari ruko yang kini menjadi sorotan masyarakat itu.

Baca Juga: Kapolsek Bekasi Selatan Minta Korban Dugaan Penipuan Penyalur Kerja di Galaxy Segera Lapor

Suatu ide muncul di benaknya, Gira memesan ojek online dan menceritakan kondisinya kepada sang pengemudi. Kebetulan si pengemudi itu tahu riwayat perusahaan yang ada di ruko itu.

Pengemudi ojol itu pun menyarankan Gira untuk izin pura-pura mau ambil pesanan makanan.

"Aku coba bilang lagi ke penjaganya yang jaga aku 'Mas aku kalau pesan gofood boleh enggak? Nanti makan di sini; dan anehnya jawabannya tetap enggak boleh. Akhirnya aku bilang ke abang Gojek untuk tunggu aku 3 menitan, enggak lama aku pura-pura izin ke toilet," tutur Gira.

Pada akhirnya Gira bisa keluar dari ruko itu seusai pura-pura izin ke toilet. Gira kemudian dijemput ojol yang dipesannya dan dia berhasil melarikan diri.***