BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang pelajar SMPN 7 Kota Bekasi berinisial MA meninggal dunia usai bermain kuda tomprok bersama teman-temannya, Jumat, 17 November 2023.

Perrmainan kuda tomprok merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim yang terdiri tim atas tim bawah.

Untuk tim atas bertugas melompati tim bawah yang membungkuk seperti kuda. Sedangkan untuk tim bawah tugasnya menahan beban tim atas yang menungguinya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Senin, 20 November 2023: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Warsim Suryana mengakui bahwa pihaknya belum mengetahui secara detail kronologi kejadiannya.

"Saya belum konfirmasi ke Kepala Sekolah (Kepsek)," ungkap Warsim, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu, 18 November 2023.

Pihaknya bersama stakeholder sudah melakukan beberapa langkah-langkah penyelesaian untuk permasalahan meninggalnya siswa tersebut.

Baca Juga: Fraksi PDIP Desak Pj Wali Kota Bekasi Penuhi Hak Tunjangan Khusus Satpol PP

Tidak hanya itu saja, Disdik Kota Bekasi meminta kepada sekolah-sekolah untuk melakukan pengawasan, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dikemudian harinya.

"Ya terkadang anak-anak suka bercanda kelewatan biasanya yang saya lihat. Saking banyaknya siswa, jadi guru kadang terkadang belum terkontrol," tegas dia.

"Imbauan saya untuk ke depannya agar tidak terjadi kembali, agar para guru juga mengalihkan agar permainan seperti itu bisa dihindarkan secara safety ataupun lebih edukatif secara permainan secara opsi," tambah Warsim.

Warsim menjelaskan kejadian akan dilakukan evaluasi khusus dari Disdik untuk ke setiap sekolah, baik di tingkat SD dan SMP.

Baca Juga: ASN Harus Netral di Tahun Politik 2024, Ketua DPRD Kota Bekasi Ingatkan Instruksi Pusat dan Gubernur

Baik dengan para guru dan kepala sekolah, termasuk mkks dan dewan pendidikan dan pengurus sekolah lainnya. Disdik akan arahkan untuk mengedukasi terkait permainan yang sekiranya membahayakan

"Yang jelas Hari ini adalah musibah dan tidak bisa kita prediksi sebelumnya. Alhamdulillah semua permasalahan penyelesaian masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak keluarga korban menerima, meski berat atas kejadian itu. Karena menyadari ini sebuah kecelakaan dan musibah," demikian mata dia.***