BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 172 kasus chikungunya terjadi di wilayah Kota Bekasi sejak Januari hingga Juli 2025. Data tersebut dihimpun dari laporan sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, menjelaskan bahwa kelompok usia lanjut (lansia) menjadi kategori paling rentan terinfeksi penyakit ini. Menurunnya daya tahan tubuh pada lansia membuat mereka lebih mudah terserang virus yang dibawa nyamuk Aedes.
“Penyakit ini memiliki gejala mirip demam berdarah, sehingga pencegahan harus dilakukan lebih intensif. Kami melakukan fogging, penyuluhan kesehatan, serta edukasi 3M Plus untuk memberantas sarang nyamuk,” ujar Vevie, Rabu, 20 Agustus 2025.
Baca Juga: Petugas Damkar Evakuasi Warga yang Jatuh Saat Perbaiki Speaker Masjid di Mustikajaya
Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak cepat melakukan penanganan. Bahkan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung ke wilayah terdampak untuk memastikan pasien mendapat pelayanan medis di puskesmas setempat.
Lebih lanjut, Vevie menuturkan bahwa meski chikungunya tidak menimbulkan kematian, penyakit ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Gejala yang ditimbulkan antara lain demam tinggi, nyeri sendi, dan rasa lelah berkepanjangan.
“Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan agar rantai penularan bisa segera diputus,” pungkasnya.***




