BEKASI.POJOKSATU.id -  Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menindaklanjuti arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, terkait pengawasan ketat di perlintasan kereta api, khususnya yang masih belum memiliki sistem pengamanan memadai.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub memastikan akan menempatkan personel di sejumlah perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal selama proses pembangunan flyover berlangsung. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Tri Adhianto menjelaskan, selama masa konstruksi flyover, potensi kepadatan kendaraan serta risiko kecelakaan diperkirakan meningkat, terutama di titik-titik perlintasan rawan.

Baca Juga: RSUD Bekasi Rawat 22 Korban Kecelakaan Kereta, Mayoritas Sudah Jalani Operasi

“Selama pengerjaan flyover, kami akan siagakan personel di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik rawan. Ini untuk memastikan masyarakat tetap aman saat melintas,” ujar dia, Rabu, 29 April 2026.

Selain menurunkan petugas di lapangan, Dishub juga akan melakukan penataan sementara di area perlintasan.

Langkah tersebut meliputi pemasangan pembatas (barrier) serta penambahan rambu-rambu untuk memperjelas jalur aman bagi pengguna jalan.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sistem peringatan dini berbasis suara yang dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika. Sistem ini dirancang untuk memberikan alarm beberapa saat sebelum kereta melintas, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk mengantisipasi.

Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka pendek Pemkot Bekasi dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang, sembari menunggu selesainya pembangunan flyover Bulak Kapal yang diharapkan menjadi solusi permanen di kawasan tersebut.***