BEKASI.POJOKSATU.id - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyinggung sulitnya ruang terbuka hijau (RTH) di kota-kota Bekasi.
Dia mencontohkan Solo yang 90 persen tanahnya dipakai untuk hunian sehingga belum ideal untuk persentase ruang terbuka hijau.
"Ini memang jadi konsen ke depan kita sih. Itulah kemarin waktu perencanaan IKN ya, IKN kan jadi kota dalam hutan, memang ke depan penting sekali yang namanya ruang terbuka hijau," ucap dia.
Baca Juga: Gibran Kunjungi Kota Bekasi, Beli Jam Tangan Seharga Rp8 Juta
Jika pemerintah tidak memerhatikan keberadaan ruang terbuka hijau, maka tidak mungkin sebuah kota akan menjadi hutan beton yang menimbulkan masalah baru.
"Pasti akan menimbulkan masalah-masalah baru, seperti banjir, polusi, dan lain-lain," kata dia.
Gibran juga menyinggung soal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mesti ditinjau ulang, tetapi terhalang oleh regulasi.
"Nah itu ada yang bisa di review, ada yang harus menyelesaikan kontraknya. Kalau enggak nanti PLN rugi. Tapi ini kemarin sebenarnya mau saya bahas di debat cawapres kemarin, tapi waktunya enggak cukup," demikian kata dia.***




