BEKASI SELATAN, BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menegaskan kesiapannya untuk membantu proses pemulangan jenazah Muhammad Arrofi, pemuda asal Kranji, Bekasi Barat, yang mengembuskan napas terakhirnya di Kamboja.
Kepala Disnaker Kota Bekasi, Dzikron, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan pihak keluarga sebenarnya sudah terjalin sejak dua hingga tiga bulan sebelum Arrofi dinyatakan meninggal dunia.
Pemerintah daerah bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja sebelumnya juga telah memfasilitasi penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) demi mempermudah rencana kepulangannya.
Namun, rencana kepulangan tersebut terpaksa batal di saat-saat terakhir akibat kondisi kesehatan Arrofi yang mendadak menurun drastis menjelang hari keberangkatan.
"Sebenarnya kita sudah koordinasi dengan KBRI, pada saat itu sudah dibuatkan SPLP (dokumen pengganti paspor)nya. Kemudian tiketnya sudah dibelikan oleh keluarga, begitu mau pulang sakit, tidak jadi," ungkap Dzikron, Selasa, 3 November 2026.
Menanggapi kabar duka serta kendala biaya yang dihadapi keluarga, Dzikron menegaskan komitmen Pemkot Bekasi untuk mendampingi dan membantu pengurusan pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka di Bekasi.
"Pemkot Bekasi melalui Disnaker akan membantu sesuai kewenangan," tegasnya.
Langkah penanganan ini diambil sebagai bentuk kepedulian serta perlindungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap warganya yang tertimpa musibah di luar negeri, sekaligus memastikan proses penerimaan jenazah di Tanah Air berjalan lancar.




