POJOKSATU.id, BEKASI - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sudah menyalurkan secara bertahap bantuan benih korban banjir Bekasi, Jawa Barat, yang terdampak bencana banjir. Saat ini bantuan sudah didistribusikan di tiga titik.
Bantuan benih korban banjir Bekasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ke lokasi Pertanian terdampak banjir di Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Sesuai arahan Mentan SYL pada kunjungan beberapa waktu lalu, pihaknya berharap bantuan benih korban banjir Bekasi membangkitkan semangat para petani.
Kementan akan mendorong seluruh Dirjen terkait untuk membantu petani yang terdampak. Khusus untuk lahan yang terdampak parah akan segera dilakukan penggantian benih padi.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sendiri mulai melakukan distribusi bantuan benih padi kepada petani terdampak banjir di Bekasi sebanyak 262.250 kg.
Bantuan benih tersebut terdiri dari benih padi Inpari 32 sebanyak 212.050 kg dan benih padi mekongga sebanyak 50.200 kg.
Bantuan benih tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih untuk 10.490 Hektar sawah yang terdampak banjir di awal Maret lalu.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari bantuan simbolis 50 kg benih padi dan pupuk hayati cair yang sebelumnya telah diserahkan Menteri Pertanian di awal Maret lalu.
Sementara itu, total bantuan akan diberikan kepada 454 kelompok tani di 14 kecamatan dengan luas 10.490 Hektar.
Untuk diketahui, pengajuan usulan dari Kabupaten pada 21 Maret 2023 selanjutnya Surat Persetujuan Provinsi 21 Maret 2023. Kemudian penyaluran benih secara bertahap mulai dari tanggal 23 Maret 2023.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Dr. Yudi Sastro, mengatakan kalau pihaknya berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Hal tersebut sebagaimana yang sering diamanatkan Menteri SYL.
"Terlebih para petani yang terkena bencana seperti di Bekasi. Kami sudah kirimkan sebagian benih padi dan sebagian lagi sedang proses, secepat mungkin penyaluran dilakukan," kata dia.
Yudi menambahkan bahwa proses penyaluran bantuan benih korban banjir Bekasi segera bisa dirampungkan setelah dokumen pengajuan bantuan serta cpcl penerima bantuan lengkap sesuai prosedur, yang tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Nomor 219/HK.310/C/11/2022, tentang Petunjuk Operasional Kegiatan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun Anggaran 2023.
"Kalau persyaratan sudah lengkap, hari itu juga kita bisa segera proses dan droping bantuan benihnya," jelas Yudi.
“Saya minta kelompok tani segera menginformasikan kapan akan ditanam lagi dan untuk segera dikirim benih, maksimal bulan puasa ini selesai semua” Pungkas Yudi.
Sejauh ini, sudah 3 titik petani terdampak banjir yang menerima bantuan dari kementan. Bantuan tersebut sudah diterima oleh para kelompok tani (poktan).
Titik pertama di Desa Sukalaksana sebanyak 44 Hektar dari 100 Hektar. Titik kedua distribusi dilakukan di Desa Suka Indah dengan luas 150 Hektar. Sementara titik ketiga bantuan benih korban banjir Bekasi didistribusikan ke Desa Sukakarsa 110 hektar. (*)



