BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah secara resmi menyerahkan 99 unit alat peraga pelatihan refrigerasi kepada 14 Balai Besar serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Langkah ini diambil guna menggembleng kompetensi para teknisi pendingin dalam menghadapi era transisi teknologi yang lebih hijau.
Penyerahan sarana penunjang tersebut dieksekusi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Bekasi Selatan, pada Rabu, 16 September 2026.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, memaparkan bahwa pergeseran ke teknologi refrigerasi baru menuntut para teknisi yang terbiasa menggunakan bahan berbasis freon untuk menjalani pelatihan ulang secara komprehensif.
"Kami akan memastikan shifting dari orang yang terlatih menggunakan freon dan sebagainya. Sekarang mereka harus berlatih menggunakan teknologi yang baru. Karena itu perlu pelatihan ulang," jelas Jumhur.
Baca Juga: Reduksi Banjir Jatiasih, Pemkot Bekasi Siapkan Enam Lahan untuk Polder Penampungan Air
Dalam skema sinergi ini, Kemnaker memfasilitasi sarana tempat pelatihan, sementara KLH menyokong ketersediaan peralatan teknisnya. Peralatan tersebut nantinya bakal didistribusikan ke berbagai tempat pelatihan teknisi di penjuru Nusantara, mulai dari Aceh hingga ke Sorong.
Jumhur menegaskan bahwa pemenuhan alat peraga ini merupakan langkah nyata persiapan tenaga kerja lokal agar sigap mengadopsi perkembangan perangkat pendingin ramah lingkungan. "Ini bukan sekadar serah terima, ini adalah investasi negara untuk mencetak teknisi Indonesia berikutnya," tegasnya.
Pemerintah sendiri mematok target ambisius untuk memangkas sisa pemanfaatan refrigerator model lama berbasis freon hingga berada di angka 2,5 persen pada 2029. Pihaknya terus memacu masa peralihan menuju penggunaan bahan pendingin yang lebih aman bagi iklim bumi.
"Nanti akan beralih ke HFC (Hidrofluorokarbon), dicari teknologi-teknologi penggantinya (HFC), tahun 2045 (HFC dari 100 persen) sudah harus bisa disisakan 20 persen," tuturnya memaparkan tenggat waktu transisi.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Kemang Pratama Jadi Alarm, Pemkot Bekasi Sisir Pohon Rawan Tumbang
Jumhur mengonfirmasi bahwa beberapa alternatif teknologi baru pengganti HFC saat ini masih diuji secara intensif. Lewat Kebijakan Pendinginan Nasional yang sejalan dengan Nationally Determined Contribution (NDC) dan Amendemen Kigali, pemerintah memproyeksikan penurunan konsumsi HFC dapat menembus angka 80 persen pada 2045. Oleh sebab itu, peningkatan kapabilitas para teknisi menjadi pilar vital dalam keberhasilan program ini.***




