BEKASI.POJOKSATU.id - Dua warga Kota Bekasi dilaporkan meninggal dunia akibat korsleting listrik saat banjir melanda wilayah tersebut pada Selasa, 4 Maret 2025.

Korban adalah RNA (19 tahun), warga Kelurahan Teluk Pucung, dan IW (42 tahun ), warga Kelurahan Duren Jaya.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan RNA tersengat listrik setelah mesin pompa air meledak di rumahnya. Saat sang ayah berusaha mematikan aliran listrik, ia ikut tersengat, diikuti oleh ibunya, dan akhirnya RNA sendiri.

Baca Juga: Hujan Deras Bikin Sejumlah Wilayah di Kota Bekasi Kebanjiran

Meski ayah dan ibunya selamat setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Primaya Bekasi Utara, RNA tidak dapat diselamatkan.

RNA diketahui merupakan mahasiswi Universitas Sahid Jakarta dengan prestasi akademik yang baik.

Sementara itu, korban IW mengalami kecelakaan saat membersihkan lumpur pascabanjir. Ia terpeleset dan secara tidak sengaja menyentuh tiang listrik, yang kemudian menyebabkan dirinya tersengat.

Baca Juga: Dinkes Kota Bekasi Pastikan Pelayanan Kesehatan Optimal bagi Korban Banjir

IW sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Dia meninggalkan dua anak, salah satunya masih berusia lima tahun.

Tri Adhianto telah mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa dan berjanji akan mengevaluasi sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia juga mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembersihan pascabanjir.***