POJOKSATU.id - Ratusan masyarakat berangsur-angsur memadati Jalan Tonggong Londok di Kampung Cigebang, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu, 7 Mei 2023, siang. Tabuhan beduk dan nyanyian khas terdengar nyaring.
Jelang pukul 14.30 WIB, masyarakat semakin memadati lokasi kegiatan Festival Beduk yang menjadi tradisi masyarakat Desa Cibening sejak puluhan tahun silam.
Iring-iringan datang satu per satu, masyarakat memarkir kendaraan di bahu jalan dan menyiapkan telepon genggamnya untuk mengabadikan momen.
Linmas bertugas mengatur arus lalu lintas jalan itu yang kian padat oleh kendaraan.
BACA JUGA: Cara Desa Cibening Tingkatkan Pendapatan Desa
Pertama, iring-iringan kostum seram lewat, di antaranya kostum pocong yang menandu kurung batang. Tank lengkap dengan tentaranya kemudian lewat, disusul delman yang membawa Penjabat Kepala Desa Cibening Abdul Rachmat.
Foto bersama di lokasi Fesitval Beduk Tonggong Londok di Kampung Ciledug, Pj Kades Cibening Abdul Rachmat turut hadir dalam parade, Minggu, 7 Mei 2023.
Kemudian, pemuda yang berkostum bak wanita lewat kemudian. Kehadiran mereka diselingi suara petasan yang bersahut-sahutan.
Iring-iringan berhenti di Cigebang kemudian berlanjut jalan ke Rawa Atug dan Ciledug. Kemudian mereka kembali lagi untuk berjoget bersama dengan tabuhan beduk dan sinden.
"Kegiatan festival tabuh bedug ini biasa setiap tahun setelah bulan suci Ramadhan. Masyarakat menggelar hal ini untuk memperingati bulan hari raya Idul Fitri, selepas berpuasa sebulan penuh," kata Abdul Rachmat di lokasi.
Hujan mengguyur ketika memasuki pukul 15.30-an. Meski demikian, itu tak memadamkan antusias warga. Justru, bocah-bocah bertelanjang dada menjajal pinang yang berdiri tegak, di atasnya ada banyak hadiah siap untuk dipetik.
BACA JUGA: Transformasi Pelayanan Publik, Desa Cibening Segera Terapkan Digitalisasi
Lanjut Rachmat, Pemerintah Desa Cibenign mendukung penuh kegiatan masyarakat ini. Dia berharap tahun depan bisa lebih meriah lagi.
"Kegiatan ini ada pawai, ada topeng blantek, panjat pinang, dan lainnya. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini," ucap dia.
Di tempat yang sama Kepala Dusun II, Kasam, mengatakan hiburan itu ada semenjak dia lahir hingga sekarang mempunyai cucu.
"Kegiatan ini tidak pernah berhenti. Meski covid-19, sehari pun pasti (diselenggarakan) atuh. Kalau bahasa leluhur, setiap tahun harus ada," ucap dia.
Bocah-bocah yang berusaha mencapai puncak pinang meski hujan mengguyur, Minggu, 7 Mei 2023.
Penggerak kegiatan ini justru didominasi anak muda, dan juga elemen Karang Taruna, ketua RT dan RW. Pemerintah Desa pu mendukung penuh kegiatan ini.
Hingga menjelang pukul 16.30 WIB, hujan masih mengguyur lokasi, tetapi bocah-bocah masih terus berusaha mencapai puncak pinang.
Penulis: Andi Saddam
Editor: Andi Saddam




