POJOKSATU.id - Fikri, 20 tahun, seorang remaja di Kabupaten Bekasi, diduga menjadi korban salah tangkap dan mengalami tindak kekerasan dari aparat kepolisian saat penangkapan kelompok gangster.

Saat ini, ia mengalami gangguan penglihatan sebagai akibat dari luka di mata setelah dipukuli di wilayah Setu.

Ayah korban, Raden Abdullah Suryana, 46 tahun, mengatakan kondisi putranya telah membaik sedikit, tetapi masih mengalami gangguan penglihatan. Dia berharap putranya dapat diperiksa oleh dokter ahli saraf.

Kejadian tersebut terjadi ketika Fikri keluar rumah untuk membeli nasi uduk setelah begadang dengan sepupu dan teman-temannya di sekitar rumah.

Suryana menyesalkan anaknya langsung diserang oleh aparat kepolisian dan jatuh karena mereka mengira dia merupakan anggota gangster.

BACA JUGA: Remaja asal Setu Diduga Jadi Korban Salah Sasaran Oknum Brimob

Fikri bahkan berusaha melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya di lokasi.

Suryana mengetahui bahwa putranya berada di Polsek Setu dalam keadaan terluka parah. Fikri memar di wajah, mata lebam, luka cambukan di punggung, serta luka lecet dan memar di kaki.

Suryana merasa tidak mendapat penjelasan yang jelas dari pihak kepolisian mengenai kondisi putranya. Mereka berharap agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan mereka dan mengungkap kejadian tersebut dengan jelas.

Suryana meminta agar kepolisian dapat memperlakukan putranya secara adil dan mengungkap kebenaran dalam kasus ini.

Penulis: Karsim Pratama - Radarbekasi.id
Editor: Andi Saddam