BEKASI.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengunjungi para korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu, 29 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal, sekaligus menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pasien sejak awal masa perawatan.
Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi berkomitmen menjamin seluruh kebutuhan korban, termasuk pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.
Baca Juga: RSUD Bekasi Rawat 22 Korban Kecelakaan Kereta, Mayoritas Sudah Jalani Operasi
“Kami bersama Pak Gubernur hadir langsung untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik. Penanganan medis harus maksimal, dan kami pastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan seluruh pasien tercover BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Senada, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pemenuhan seluruh fasilitas bagi korban, baik dari sisi pelayanan rumah sakit maupun jaminan pembiayaan.
“Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada para korban. Sejak awal masa perawatan, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri, kebutuhannya terpenuhi, termasuk jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Ormas Kuasai Pelintasan, Pemkot Bekasi dan Polisi Diminta Bertindak Cepat
Berdasarkan data terbaru, total korban mencapai 91 orang yang tersebar di sejumlah rumah sakit. Di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sendiri tercatat 54 korban, dengan rincian 26 pasien masih dirawat, 25 telah dipulangkan, dan tiga orang meninggal dunia.
Sementara korban lainnya dirawat di berbagai fasilitas kesehatan seperti RS Primaya Timur, RS Mitra Timur, RS Bella, RS Hermina, RS Siloam Bekasi, RS Bakti Kartini, RSUD Cibitung, hingga RS Mitra Plumbon. Adapun korban meninggal dunia lainnya ditangani di RS Polri.
Tri juga menambahkan bahwa pendampingan terhadap korban dan keluarga akan terus dilakukan, serta perkembangan kondisi akan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah pusat.
“Kami memastikan pendampingan terus dilakukan, untuk segera dilaporkan ke Gubernur dan Presiden, baik kepada pasien yang masih dirawat maupun keluarga korban yang meninggal dunia. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.***




