BEKASI.POJOKSATU.ID - Sejumlah guru di Al Kareem Islamic School, Bekasi Utara, mengungkap praktik pemotongan gaji secara sepihak oleh pihak sekolah tanpa penjelasan atau slip gaji yang sah. Keluhan ini semakin menambah panjang daftar masalah di sekolah swasta elite tersebut.

Salah satu tenaga pengajar, Salsabila Syafwani, menyebut bahwa ia mengalami pemotongan gaji dengan nominal cukup besar, mencapai Rp 700 ribu per bulan, tanpa tahu alasannya.

"Gaji kami selalu dipotong, tapi tidak pernah dijelaskan itu untuk apa. Bahkan slip gaji juga tidak diberikan, kecuali kami minta sendiri," ujar Salsabila, Kamis, 19 Juni 2025.

Baca Juga: Diperlakukan Seperti ART, Guru Al Kareem Islamic School Kompak Mengundurkan Diri

Ia menegaskan bahwa potongan tersebut bukan untuk pembayaran BPJS, sebab pihak sekolah sama sekali tidak mendaftarkan para guru sebagai peserta jaminan sosial, meskipun tercantum dalam kontrak kerja.

Keluhan serupa disampaikan oleh guru lainnya, Anisa Dwi Zahra, yang mengaku gaji bulanannya dipotong hingga Rp 400 ribu. Dari total gaji Rp 1,9 juta, ia hanya menerima sekitar Rp 1,5 juta.

"Saya tidak pernah telat masuk kerja dan selalu menaati aturan, tapi tetap saja gaji saya dipotong tanpa alasan yang jelas," kata Anisa.

Menurut Anisa, slip gaji yang diberikan pun tidak mencantumkan rincian pemotongan, sehingga guru tidak tahu apakah dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan tertentu atau tidak.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penipuan Kurikulum Cambridge, Al Kareem Islamic School Bekasi Dikeluhkan Orang Tua Murid

"Tidak ada penjelasan. Kami bingung uangnya ke mana. Di kontrak memang disebut ada BPJS, tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya," tambahnya.

Kondisi ini menambah daftar panjang masalah yang menimpa Al Kareem Islamic School, setelah sebelumnya dilaporkan oleh orang tua murid karena diduga menipu soal kurikulum Cambridge dan berbagai fasilitas pendidikan yang tidak sesuai janji.***