BEKASI.POJOKSATU.ID - Sebanyak tujuh tenaga pengajar di Al Kareem Islamic School, Bekasi Utara, memilih untuk mengundurkan diri karena merasa tidak diperlakukan secara profesional oleh pihak yayasan sekolah.
Sekolah swasta tersebut berlokasi di Jalan Baru Perjuangan, RT 4 RW 11, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Para guru mengaku kerap mendapat perlakuan yang jauh dari tugas dan fungsi seorang pengajar, bahkan cenderung dianggap seperti asisten rumah tangga (ART).
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Lepas Tim Sepakbola Muda Ikuti Pelatihan Internasional di Korea Selatan
Salah satu guru, Anisa Dwi Zahra, mengungkapkan bahwa dirinya pernah diminta oleh pemilik yayasan untuk membeli ayam goreng dari tempat yang cukup jauh.
"Saya diminta membeli ayam fried chicken ke Jatiasih, padahal di sekitar sekolah banyak tempat serupa. Saya sempat komplain, tapi tetap disuruh berangkat," ujar Anisa, Kamis, 19 Juni 2025.
Meski diberikan uang bensin, Anisa merasa keberatan karena permintaan tersebut di luar tanggung jawab profesionalnya sebagai pengajar.
"Dikasih uang, tapi tugasnya enggak masuk akal. Jaraknya lumayan jauh, dan ini jelas bukan bagian dari pekerjaan saya sebagai guru," tegasnya.
Sementara itu, Raihan Tri Wahyudi, tenaga pengajar lainnya, mengaku setiap hari diminta datang ke rumah pemilik yayasan untuk mengantar anak-anak ke sekolah.
"Sebelum ke kantor, saya harus ke rumah beliau dulu untuk antar anak-anaknya sekolah. Kadang juga disuruh ke tempat les atau belanja," kata Raihan.
Ia menyampaikan, sulit menolak permintaan tersebut karena adanya hubungan kerja langsung dengan pemilik yayasan, meskipun pekerjaan tersebut jauh dari perannya sebagai staf pendidikan.
Baca Juga: Ketua TP PKK Kota Bekasi Dukung Langsung Kafilah MTQ di Tingkat Provinsi Jawa Barat
"Gaji saya ya standar staf education, tapi tugas saya lebih banyak mengurus keperluan pribadi keluarga pemilik sekolah," tambahnya.
Pengakuan para guru ini menjadi sorotan setelah sebelumnya sekolah yang mengklaim menerapkan kurikulum Cambridge itu dilaporkan oleh orang tua murid karena dugaan penipuan dan manipulasi fasilitas pendidikan.***




