BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka, Paroki Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Tri mengatakan kawasan Kranggan dikenal memiliki keberagaman yang kuat dan menjadi salah satu contoh nyata penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika di Kota Bekasi. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan antarsesama.
"Ketoleransian ini terbentuk dari adat istiadat dan keberagaman yang ada di masyarakat. Ini menjadi salah satu kekuatan Kota Bekasi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi," ujar Tri, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca Juga: Wawali Bekasi Tinjau Renovasi SDN Bojongmenteng 5, Minta Perbaikan Tuntas Sesuai Standar
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Bekasi pada 2025 menempati peringkat kelima sebagai kota paling toleran di Indonesia berdasarkan penilaian Setara Institute. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026 melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Harapannya, di tahun 2026 ini Kota Bekasi bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Tentu ini membutuhkan peran dan kebersamaan seluruh masyarakat," katanya.
Selain menekankan pentingnya menjaga kerukunan, Tri mengajak umat Kristiani untuk menjadikan perayaan HUT gereja sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah tertimpa bencana.
Ia mengajak seluruh jemaat mendoakan sekaligus memberikan dukungan bagi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
"Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Tidak hanya dengan doa, tetapi juga dengan kepedulian dan bantuan nyata," ungkapnya.
Tri turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan bantuan bagi korban bencana. Menurutnya, semangat gotong royong yang pernah ditunjukkan warga Kota Bekasi saat membantu masyarakat Aceh menjadi bukti kuat bahwa nilai toleransi harus diwujudkan melalui aksi nyata.
Ia berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan solidaritas terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga keberagaman menjadi kekuatan dalam membangun Kota Bekasi sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.




