BEKASI.POJOKSATU.ID - Kondisi Jalan Nonon Sonthanie di Bekasi Timur yang semakin rusak akibat intensitas hujan tinggi menjadi ujian nyata bagi respons dan kesiapan Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani infrastruktur dasar.

Lubang-lubang jalan yang kian melebar dan genangan air yang menutupi permukaan jalan memicu keluhan warga serta pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memperlambat laju dan bermanuver zig-zag untuk menghindari lubang.

Baca Juga: Anggaran Turun Jadi Rp40 Miliar, DPRD Pastikan Stadion Wibawa Mukti Tetap Berkualitas

Situasi ini tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait kecepatan dan efektivitas respons Pemkot Bekasi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Saifuddaulah, menegaskan bahwa kerusakan jalan tidak cukup hanya didata tanpa tindak lanjut nyata.

Baca Juga: Jalan Rusak di Bekasi Timur, Pengendara Terpaksa Zig-Zag Demi Selamat

Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum muncul korban.

“Inventarisir segera dilaksanakan, tapi harus ada tindak lanjut. Jangan sampai hanya didata, tapi dibiarkan sampai muncul komplain atau korban,” tegasnya, Minggu 25 Januari 2026.

Menurut Saifuddaulah, jalan rusak merupakan persoalan mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Diguncang Gempa M 2,7, BMKG Catat Kedalaman Dangkal 7 Km

Ia menekankan, Pemkot Bekasi harus memprioritaskan penanganan pada ruas jalan yang menjadi kewenangannya, sembari aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk jalan berstatus non daerah.

“Yang jadi kewenangan daerah segera dikerjakan. Untuk jalan provinsi dan nasional, Pemkot harus aktif berkoordinasi,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan bahwa ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat akan masuk dalam prioritas penanganan cepat.

Ia menyadari bahwa lubang besar yang membahayakan pengendara tidak bisa menunggu terlalu lama.

“Kalau bolongnya sudah sangat parah tentu harus dilakukan pemeliharaan secepat mungkin,” ujarnya.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah di Bekasi Belum Diperbaiki Total, Wali Kota Minta Warga Bersabar

Namun demikian, Tri Adhianto juga mengakui adanya tantangan teknis dalam pelaksanaan perbaikan menyeluruh di tengah musim hujan.

Menurutnya, pekerjaan konstruksi seperti pelapisan ulang jalan atau overlay membutuhkan kondisi cuaca yang lebih kering agar hasilnya bertahan lama.

“Untuk overlay keseluruhan, kita menunggu waktu yang tepat supaya hasilnya maksimal,” katanya.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah di Bekasi Belum Diperbaiki Total, Wali Kota Minta Warga Bersabar

Situasi ini menempatkan Pemkot Bekasi pada posisi krusial antara tuntutan warga akan perbaikan cepat dan kebutuhan menjaga kualitas pembangunan jangka panjang.

Sementara perbaikan permanen menunggu cuaca bersahabat, warga dan pengendara berharap ada langkah darurat yang cukup efektif untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Jalan rusak di Bekasi Timur kini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan sejauh mana pemerintah daerah mampu merespons kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat.***