BEKASI.POJOKSATU.ID - Tingkat inflasi Kota Bekasi pada awal tahun 2026 menjadi sinyal kewaspadaan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi bulanan dan tahun kalender Kota Bekasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,07 persen, tertinggi dibandingkan seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Sementara itu, inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Kota Bekasi mencapai 3,37 persen.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Bantaran Kali Bekasi Longsor hingga 6 Rumah Hancur
Kondisi ini menjadikan Bekasi sebagai daerah dengan inflasi awal tahun paling menonjol di Jawa Barat, meskipun secara tahunan inflasi tertinggi masih dicatat Kota Sukabumi.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bekasi, Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa inflasi Januari 2026 paling besar disumbang oleh kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sejumlah komoditas mencatatkan andil signifikan terhadap kenaikan harga.
Baca Juga: Dana Transfer Dipangkas 25 Persen, Pemprov Jabar Efisiensi Besar-besaran
“Pada komoditas pertama, emas perhiasan menyumbang andil inflasi yang cukup tinggi sebesar 0,33 persen, disusul oleh ikan kembung 0,03 persen, tarif rumah sakit 0,02 persen, tomat 0,02 persen, dan kangkung 0,01 persen,” ungkap Hendra dalam keterangan resminya, Senin 2 Februari 2026.
Meski demikian, terdapat pula beberapa komoditas yang mengalami deflasi dan menahan laju inflasi, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bensin, dan telur ayam ras.
Namun, tekanan inflasi awal tahun tetap menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena berpotensi meningkat seiring naiknya permintaan menjelang Ramadan.
Baca Juga: Polisi Tegaskan Operasi Keselamatan Bukan untuk Tilang, Ini Penjelasannya
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus melakukan pemantauan harga komoditas di pasar tradisional maupun modern.
Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini guna menjaga stabilitas harga.
“Kita tetap terus memantau. Paling tidak kita juga menerima informasi resmi dari Bulog,” ujar Ika.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa komoditas strategis mulai menunjukkan gejolak harga, salah satunya daging sapi.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pasokan dan harga komoditas hortikultura.
Baca Juga: Pelanggaran Lalu Lintas di Bekasi Masih Tinggi, Polisi Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026
“Yang kedua dengan musim hujan ini kan berkaitan dengan bawang, cabai, itu bergantung dengan cuaca,” tambahnya.
Pemkot Bekasi berharap upaya pemantauan intensif, koordinasi dengan Bulog, serta kesiapan distribusi dapat menahan laju inflasi agar tidak melonjak saat Ramadan.
Inflasi awal tahun yang relatif tinggi ini dijadikan peringatan dini agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.***




