BEKASI.POJOKSATU.id - Minimnya patroli dari aparat kepolisian dan sepinya aktivitas warga pada malam hari membuat Jalan Raya Kodau, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, rawan dijadikan lokasi tawuran oleh kelompok remaja.
Dalam sepekan, aksi tawuran dilaporkan bisa terjadi hingga dua atau tiga kali di ruas jalan tersebut. Bahkan, insiden terbaru mengakibatkan seorang remaja berinisial FF (22 tahun) meninggal dunia akibat bentrokan.
Seorang warga, Anas (32 tahun), mengungkapkan bahwa fenomena tawuran di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan makin meresahkan.
Baca Juga: Tantang-Tantangan di Instagram Picu Tawuran Maut di Jatiasih, Satu Remaja Tewas
“Dalam seminggu bisa sampai tiga kali kejadian. Bukan anak-anak sini yang tawuran, tapi mereka janjian ketemu di Kodau untuk baku hantam,” kata Anas, Selasa, 1 Juni 2025.
Menurutnya, aksi brutal para remaja itu terjadi karena lemahnya pengawasan dari aparat keamanan serta minimnya lalu lintas warga saat malam hari.
“Biasanya tawuran terjadi sekitar jam 1 malam. Kami berharap pihak kepolisian bisa lebih rutin melakukan patroli, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari menjelang subuh,” tutur dia.
Baca Juga: Polisi Duga Korban Pelecehan Seksual oleh Pengamen Badut di Karangbahagia Bisa Bertambah
Warga meminta agar pihak kepolisian segera mengambil langkah konkret agar Jalan Raya Kodau tidak terus menjadi zona rawan tawuran yang membahayakan keselamatan masyarakat.***




