BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus pencopotan paksa bendera Palestina oleh seorang oknum security apartemen The Springlake Summarecon Bekasi berakhir damai setelah mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Mediasi tersebut berlangsung di area Summarecon Bekasi pada Kamis, 9 November 2023, di mana kedua belah pihak bertemu.
Ismail Ibrahim, Ketua Aliansi Patriot Peduli NKRI & Korlap Aksi Bekasi Bersama Palestina, menyatakan bahwa oknum security telah meminta maaf secara tertulis di atas materai dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Summarecon Nonaktifkan Security yang Copot Bendera Palestina, Berikut Klarifikasinya
Permintaan maaf tersebut disaksikan oleh perwakilan dari Summarecon Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, dan koramil Kota Bekasi.
Ismail menjelaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, dan dia berharap tindakan pencopotan bendera Palestina tidak akan terulang di masa mendatang.
"Security itu bilang spontanitas mengatasnamakan penghuni, namun tidak ada menyampaikan disuruh penghuni," ujar dia.
Baca Juga: Oknum Security Apartemen Springlake Summarecon Bekasi Copot Paksa Bendera Palestina
Security tersebut mengaku bahwa tindakannya tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri dan bukan atas perintah penghuni apartemen The Springlake.
Ismail, kemungkinan security tersebut kurang memahami sejarah bangsa dan minim pengetahuan tentang Palestina.***




