BEKASI.POJOKSATU.id - Tahun ajaran 2025/2026 menjadi tahun penuh tantangan bagi sekolah swasta di Kota Bekasi. Jumlah pendaftar di SMA swasta menurun drastis, bahkan lebih dari seribu siswa dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, sekolah negeri justru harus menambah ruang kelas, meja, dan bangku karena jumlah siswa baru melebihi daya tampung.
Data dari Dinas Pendidikan Jawa Barat menunjukkan bahwa penerimaan siswa melalui jalur Penanggulangan Anak Putus Sekolah (PAPS) mencapai 2.016 orang di SMA negeri dan 816 orang di SMK negeri se-Kota Bekasi.
Baca Juga: Sekolah Swasta Terancam Krisis Siswa, Imbas Rombel Padat di Sekolah Negeri
Situasi ini menyebabkan banyak siswa yang awalnya sudah mendaftar ke sekolah swasta memilih mencabut berkas untuk beralih ke sekolah negeri.
Kepala SMA Widya Nusantara, Noer Fitri, mengakui jumlah siswa baru yang diterima tahun ini menurun signifikan.
“Berkurang hampir 40 persen,” kata Noer, Rabu, 16 Juli 2025.
Baca Juga: Sekolah Swasta di Bekasi Masih Sepi Pendaftar, Tunggu Limpahan dari SPMB Negeri
Ia menilai penurunan siswa ini berdampak langsung pada kemampuan sekolah membiayai operasional serta berpengaruh terhadap besar kecilnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia juga menambahkan bahwa upaya mempertahankan eksistensi sekolah swasta akan difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan dan promosi sekolah.
“Kita tetap optimis, InsyaAllah bisa tetap eksis. Kualitas pendidikan yang jadi prioritas utama,” ujar dia.***




