BEKASI.POJOKSATU.id - Sekolah swasta di Kota Bekasi masih belum mengalami lonjakan pendaftar, meski tahap pertama SPMB sekolah negeri telah diumumkan.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Pudio Bayu, menyampaikan bahwa tingkat pendaftaran siswa baru di sekolah swasta masih rendah.

“Sampai saat ini, jumlah calon peserta didik yang mendaftar ke sekolah swasta melalui jalur SPMB baru sekitar 20 sampai 30 persen,” ujar Pudio, Selasa, 24 Juni 2025.

Ia menjelaskan, pengumuman SPMB tahap pertama untuk SMA dan SMK negeri belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pendaftar di sekolah swasta. Masyarakat dinilai masih menanti hasil seleksi tahap kedua.

Hal serupa juga terjadi pada jenjang SMP swasta, yang belum menunjukkan peningkatan pendaftar.

Baca Juga: 236 Siswa Lolos SPMB Jawa Barat Mengundurkan Diri, Kuota Dialihkan ke Jalur Prestasi

“Minat ke sekolah swasta akan terlihat setelah tahap dua diumumkan,” tambahnya.

Pudio menekankan bahwa konsistensi pemerintah dalam menjalankan petunjuk teknis (juknis) SPMB sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan swasta. Ia berharap proses SPMB berjalan sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama sekolah swasta.

Berdasarkan data terkini, tingkat pendaftaran calon siswa ke sekolah swasta baru mencapai 60 persen di jenjang SD, sementara untuk SMP, SMA, dan SMK masih berkisar 20 persen. Beberapa sekolah bahkan hanya menerima satu hingga lima pendaftar sejauh ini.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Pastikan SPMB 2025 Transparan dan Bebas Pungli: 'Kalau Dirugikan, Kami Ganti Dua Kali Lipat'

“Sekolah swasta yang punya pasar sendiri mungkin tidak terlalu terdampak. Tapi yang tidak, tentu khawatir,” ujar Pudio.

BMPS, lanjutnya, terus mengawasi jalannya proses SPMB di sekolah negeri agar tetap sesuai regulasi.

“Kami pantau terus agar tidak keluar dari aturan,” kata dia.***